Matamata.com - Anggota DPR RI Longki Djanggola mendorong masyarakat agar memanfaatkan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Saya mendorong agar saudara-saudara ikut andil dalam memanfaatkan program pemerintah, termasuk Koperasi Merah Putih. Ini merupakan upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Longki saat kunjungan kerja daerah pemilihan (kundapil) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (27/9).
Dalam agenda tersebut, Longki meninjau perkembangan koperasi di dua lokasi, yakni Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, dan Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan.
Di Boyaoge, Longki disambut Lurah Idrus Mansur. Idrus melaporkan bahwa mayoritas masyarakat setempat telah bergabung dalam koperasi.
“Sekitar 90 persen masyarakat lokal ikut bergabung dalam koperasi ini. Harapannya, keberadaan Koperasi Merah Putih bisa memberdayakan masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi warga sekitar,” ujarnya.
Longki mengapresiasi capaian tersebut seraya menegaskan pentingnya dukungan masyarakat. Menurutnya, koperasi merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Usai meninjau Boyaoge, Longki melanjutkan kunjungan ke Kelurahan Birobuli Selatan. Kehadirannya diterima Nur Syam yang mewakili lurah setempat.
“Terima kasih atas kehadiran Pak Longki. Kami berharap program-program yang berjalan saat ini dapat terus dilanjutkan demi kepentingan masyarakat,” kata Syam.
Ketua Koperasi Birobuli Selatan, Agung, menjelaskan pihaknya kini fokus memperkuat anggota sekaligus menyelesaikan administrasi.
“Saat ini kami fokus pada penguatan basis anggota dan siap menjalankan pengelolaan koperasi. Kami juga disambut baik oleh sejumlah mitra yang membuka peluang kerja sama,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Longki kembali menekankan peran koperasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Program koperasi ini harus berjalan dengan baik. Yang terpenting adalah koperasi mampu menjadi instrumen penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Harga Pertamax Naik: Ekonom Desak Bansos Tunai Digital demi Jaga Daya Beli
-
Wamendes Riza Patria Respons Kritik Pemotongan Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Kemenhut: Permenhut 6/2026 Beri Kemudahan Masyarakat Lokal Kelola Bisnis Karbon
Terpopuler
-
Kepala Bakom RI: Makan Bergizi Gratis Mandat Rakyat, Tak Bisa Dihentikan
-
Pengamat Sayangkan Pembubaran Diskusi Pejabat Negara di UGM: Kampus Harus Jadi Ruang Dialog
-
Kanselir Jerman Friedrich Merz: Eropa Siap Dialog Damai Soal Ukraina
-
Ukraina Klaim Serangan Militernya Pangkas Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah
-
Batas Akhir MagangHub Kemnaker 18 Juni, Ini Syarat Pencairan Uang Saku
Terkini
-
Kepala Bakom RI: Makan Bergizi Gratis Mandat Rakyat, Tak Bisa Dihentikan
-
Kanselir Jerman Friedrich Merz: Eropa Siap Dialog Damai Soal Ukraina
-
Ukraina Klaim Serangan Militernya Pangkas Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah
-
Batas Akhir MagangHub Kemnaker 18 Juni, Ini Syarat Pencairan Uang Saku
-
Menteri HAM Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pelanggaran HAM