Matamata.com - Kementerian Pariwisata menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan perwakilan pemerintah pusat dan daerah guna menyelaraskan rencana kebijakan pembangunan kepariwisataan nasional dan daerah.
FGD bertajuk “Sinkronisasi Kebijakan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional dan Daerah” tersebut dilaksanakan di Jakarta pada 28 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembangunan pariwisata.
“Ini memiliki makna strategis dalam menyelaraskan kebijakan nasional dengan potensi dan kebutuhan di daerah,” ujar Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini M. Paham, dalam keterangan pers yang dikonfirmasi, Sabtu (1/11).
Menurut Martini, FGD ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA).
“Keberhasilan pelaksanaan RIPPARNAS tidak dapat dilepaskan dari peran aktif serta sinergi pemerintah daerah. Sinkronisasi dengan RIPPARDA menjadi kunci agar arah pembangunan pariwisata berjalan efektif di lapangan,” ujarnya.
RIPPARNAS merupakan dokumen arah pembangunan kepariwisataan nasional yang berlaku hingga tahun 2045. Dokumen ini berfungsi sebagai pedoman dalam penetapan strategi, kebijakan, serta sasaran pembangunan pariwisata Indonesia.
Sementara itu, RIPPARDA menjadi penjabaran arah pembangunan kepariwisataan sesuai karakter, potensi, dan dinamika masing-masing daerah.
Martini menambahkan, Jakarta menjadi salah satu fokus pembahasan dalam forum tersebut. Sebagai pusat bisnis, budaya, dan politik, Jakarta dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang utama pariwisata Indonesia.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Jakarta ditetapkan sebagai destinasi pariwisata regeneratif yang diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan di kawasan metropolitan.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, arah pembangunan pariwisata ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan kota,” kata Martini.
Praktik pariwisata berkelanjutan diharapkan dapat memastikan aktivitas pariwisata berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian budaya.
Perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Wiwik Satriani, mengatakan pemerintah provinsi terus mengembangkan berbagai inisiatif pariwisata berkelanjutan, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu.
Menurutnya, praktik pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Seribu mencakup pelaksanaan program pelestarian lingkungan bersama komunitas lokal, pelibatan wisatawan dalam aktivitas wisata ramah lingkungan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Upaya ini menjadi contoh nyata bagaimana destinasi pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi alam dan masyarakat setempat,” ujar Wiwik. (Antara)
Berita Terkait
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
Target Investasi Pariwisata 2026 Rp63,5 Triliun, Kemenpar Fokus Sasar 13 Destinasi
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Wapres Gibran Dukung Pawai Paskah GMIT Masuk Agenda Wisata Rohani Nasional
-
Menpar: Sektor Pariwisata Serap 25,91 Juta Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Terpopuler
-
Lewat Lagu 'Sampai Kapan Kupendam', Asbak Band Ceritakan Cinta Dalam Diam
-
Resmikan RSUD di Lampung, Prabowo: Tidak Boleh Ada Korupsi dalam Pelayanan Rakyat
-
Harga Pertamax Naik Per 10 Juni 2026, Ini Insentif yang Disiapkan Pemerintah
-
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 RSUD Kabupaten dalam 3 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
Terkini
-
Resmikan RSUD di Lampung, Prabowo: Tidak Boleh Ada Korupsi dalam Pelayanan Rakyat
-
Harga Pertamax Naik Per 10 Juni 2026, Ini Insentif yang Disiapkan Pemerintah
-
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 RSUD Kabupaten dalam 3 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Menko Cak Imin Minta Masyarakat Tetap Tenang
-
Didampingi Menkes hingga Mayor Teddy, Presiden Prabowo ke Lampung Resmikan RSUD Baru