Matamata.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan sektor pariwisata berhasil menyerap 25,91 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2025. Angka ini membuktikan posisi pariwisata sebagai tulang punggung baru dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif.
"Angka ini mencerminkan bahwa pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat," ujar Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan data Sakernas Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Ketenagakerjaan, angka serapan tersebut naik 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 25,01 juta orang.
Widiyanti menjelaskan, sektor pariwisata tidak hanya bergerak sendiri, tetapi juga memicu multiplier effect di sektor pendukung. Mulai dari UMKM, penyelenggara acara (event organizer), layanan digital, hingga sektor keamanan dan pemasaran.
"Capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 menunjukkan arah kebijakan kita berada pada jalur yang tepat. Seluruh target utama tercapai, bahkan melampaui rencana," tegasnya.
Kontribusi PDB dan Pertumbuhan Ekonomi Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 2025 yang mencapai 5,11 persen, pariwisata menyumbang kontribusi langsung sebesar 3,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, jika memperhitungkan dampak lanjutan ke sektor terkait, total kontribusinya melesat hingga 4,80 persen atau setara Rp946 triliun hingga Rp1.143 triliun dari total PDB Rp23.821 triliun.
Penyediaan akomodasi serta makan dan minum menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 7,41 persen. Sektor ini menyumbang 0,24 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak hanya itu, kinerja pariwisata juga diperkuat oleh tiga bidang jasa dengan pertumbuhan tertinggi, yakni:
- Jasa lainnya: Tumbuh 9,93 persen.
- Jasa perusahaan: Tumbuh 9,10 persen.
- Transportasi dan pergudangan: Tumbuh 8,78 persen.
"Dengan fondasi yang kuat ini, kami optimistis peran pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat ke depannya," pungkas Widiyanti. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo ke Pengganggu Indonesia: Jangan Kira Kami Tidak Tahu, 'We Are Not Stupid!'
-
Menkeu Purbaya: Batas Defisit 3 Persen Harga Mati, Fokus Optimalkan Investasi
-
Jadi 'Jembatan' Kemenkeu dan BI, Thomas Djiwandono Resmi Disetujui DPR Pimpin Bank Sentral
-
Pariwisata Indonesia Berjaya di Awal 2026: Bali Dinobatkan Sebagai Destinasi Terbaik Dunia
-
Airlangga: RI Berada di 'Pole Position' dalam Pembukaan Pasar Perdagangan Global
Terpopuler
-
Poppy Sovia dan Lolox Bintangi Film 'Tiba-Tiba Setan', Padukan Horor dan Komedi
-
RI-Jepang Perkuat Diplomasi Hijau Melalui Kerja Sama Konservasi Komodo
-
Presiden Prabowo Gelar Pasar Murah di Monas Sore Ini, Ada 100 Ribu Kupon Belanja Gratis
-
Zulhas Pastikan Ketahanan Pangan RI Tak Terpengaruh Konflik Timur Tengah
-
Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat dan Mandiri Energi
Terkini
-
RI-Jepang Perkuat Diplomasi Hijau Melalui Kerja Sama Konservasi Komodo
-
Presiden Prabowo Gelar Pasar Murah di Monas Sore Ini, Ada 100 Ribu Kupon Belanja Gratis
-
Zulhas Pastikan Ketahanan Pangan RI Tak Terpengaruh Konflik Timur Tengah
-
Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat dan Mandiri Energi
-
KPK Larang Penggunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik 2026: Itu Benturan Kepentingan!