Matamata.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kios dan distributor mulai mematuhi kebijakan penurunan harga pupuk subsidi. Kepatuhan ini membuat distribusi lebih tertib, stok tetap terjaga, dan upaya percepatan swasembada pangan semakin diperkuat.
“Kami sudah sidak ke tujuh sampai delapan provinsi untuk memastikan kebenaran di lapangan. Alhamdulillah, semua patuh pada arahan pusat dan Presiden Prabowo. Harga pupuk subsidi turun 20 persen di seluruh Indonesia," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Amran menilai penurunan harga pupuk merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendukung produktivitas petani, menjaga ketersediaan sarana produksi, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen tidak hanya meringankan beban petani, tetapi juga meningkatkan permintaan.
“Yang menarik, pembelian pupuk naik 20 persen bulan ini. Ini fenomena positif. Insya Allah produksi pertanian kita nanti juga meningkat. Semua komoditas pangan yang disubsidi pasti terdorong naik produksinya,” jelasnya.
Mentan juga menyampaikan bahwa mekanisme penebusan kini semakin mudah. Petani cukup membawa KTP asli untuk diverifikasi dan difoto sebagai bukti, tanpa harus menggunakan kartu tani.
“Syaratnya sekarang simpel, cukup KTP asli dan terdaftar di RDKK. Kalau kuotanya ada, langsung bisa ditebus dan dibawa pulang,” katanya.
Ia menekankan bahwa sistem ini dirancang agar subsidi tepat sasaran, khususnya untuk petani kecil dengan luas lahan maksimal dua hektare.
“Yang kita bela ini petani kecil, bukan pemilik lahan besar. Jadi, untuk lahan dua hektare tetap dilayani penuh, tapi yang ribuan hektare tentu tidak. Ini agar subsidi benar-benar adil,” tegas Amran.
Di sisi lain, Kementan juga terus melakukan penindakan terhadap distributor yang melanggar aturan distribusi pupuk.
“Kami sudah cabut izin beberapa distributor yang terbukti melanggar, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Sulawesi Utara. Evaluasi kami lakukan mingguan,” ujarnya.
Amran menilai penurunan harga pupuk dan meningkatnya antusiasme petani menjadi momentum yang baik untuk mempercepat capaian swasembada nasional.
“Awalnya target swasembada kita empat tahun, tapi dengan situasi seperti ini bisa jadi tercapai hanya dalam satu tahun. Ini kebahagiaan besar bagi bangsa,” katanya.
Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai Rabu (22/10), sebagai terobosan pada tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penurunan berlaku untuk pupuk Urea dan NPK.
Harga pupuk Urea kini turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sehingga satu sak ukuran 50 kg yang sebelumnya Rp112.500 menjadi Rp90.000. Sementara pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, dan harga per sak 50 kg turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000. Kebijakan ini diberlakukan secara nasional dan langsung efektif mulai hari itu. (Antara)
Berita Terkait
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
-
Dasco Puji Langkah Mentan Geser Anggaran untuk Pemulihan Bencana di Sumatra
-
Gemparkan Dunia, Mentan Amran Ajak 25 Juta Anggota Pramuka Wujudkan Swasembada Pangan
-
Mentan Amran Ancam Pecat Pejabat yang Berani "Main" dengan Bantuan Pertanian
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
Terpopuler
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
Terkini
-
Menkomdigi Tegaskan Keterlibatan RI di Board of Peace demi Stabilisasi Palestina
-
Imbas Kericuhan Lawan Ratchaburi, Persib Tutup Sementara Tribun Selatan GBLA
-
Piala Dunia 2026 di TVRI: Momentum Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Pelosok
-
Mendagri Minta Kementan Segera Pulihkan 1.500 Hektare Sawah Tertimbun Lumpur di Aceh
-
Bulog Pastikan Bantuan Beras dan Minyak Goreng Disalurkan Mulai Pekan Depan