Matamata.com - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf, mempertanyakan kejelasan anggaran penataan Gedung Sate yang disebut telah disetujui sejumlah anggota legislatif. Ia mengibaratkan pos anggaran tersebut sebagai "siluman" karena dinilai tidak diketahui oleh seluruh anggota DPRD.
Menurut Maulana, proses pergeseran anggaran untuk membiayai proyek penataan Gedung Sate dilakukan tanpa keterbukaan kepada seluruh legislator.
"Anggaran itu mirip siluman. Banyak pergeseran yang tidak diketahui banyak anggota," ujar Maulana di Bandung, Jumat.
Ia juga menyoroti urgensi proyek tersebut yang dianggap tidak sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai kontradiktif, mengingat sejumlah sektor justru mengalami pemotongan anggaran, termasuk pada Dinas Sosial dan hibah.
"Ini kontras dengan penataan Gedung Sate yang tidak mendesak," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Goena, memastikan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan telah melalui prosedur dan persetujuan sebagaimana aturan.
"Sudah satu paket, jadi pasti sudah diplot," katanya.
Dari informasi yang dihimpun, penganggaran penataan Gedung Sate mulai mencuat setelah pelantikan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025. Padahal, APBD Jawa Barat 2025 telah disahkan lebih awal, yaitu pada 8 November 2024.
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran memicu perubahan APBD yang dilakukan beberapa kali melalui penerbitan peraturan gubernur. Perubahan berkali-kali tersebut dinilai berbagai pihak sebagai celah masuknya program baru yang sebelumnya tidak tercantum dalam APBD.
Pendanaan penataan Gedung Sate terbagi dalam dua termin. Termin pertama diambil dari APBD yang telah direvisi melalui pergub. Termin kedua dialokasikan dari hasil perubahan APBD yang disetujui DPRD dan Pemprov Jabar pada 15 Agustus 2025.
Detail Alokasi Anggaran
Termin Pertama:
Penataan taman luar komplek Gedung Sate: Rp4,1 miliar
Perbaikan atap: Rp398 juta
Pengecatan pagar: Rp150 juta
Pembangunan sumur: Rp160 juta
Penataan taman belakang: Rp399,8 juta
Meubelair adaptasi: Rp3,5 miliar
Konsultansi perencanaan taman luar: Rp483 juta
Konsultansi pengawasan taman luar: Rp346,5 juta
Termin Kedua:
Pekerjaan area parkir: Rp4,4 miliar
Pembangunan gerbang baru: Rp3,9 miliar
Tangga belakang dan atap dak: Rp219,8 juta
Pemeliharaan kantin: Rp398 juta
Pemeliharaan TPS, toilet, dan klinik: Rp325 juta
Pemeliharaan area kantin: Rp372,7 juta
Pemeliharaan pantry gubernur: Rp189 juta
Konsultansi area merokok: Rp94,9 juta
Konsultansi pemeliharaan atap: Rp94,9 juta
Konsultansi area parkir: Rp94,9 juta
Total keseluruhan anggaran untuk penataan Gedung Sate pada dua termin mencapai sekitar Rp19,7 miliar. (Antara)
Berita Terkait
-
Apkasindo Minta Gubernur Jabar Buka Dialog Terkait Larangan Penanaman Sawit
-
Gubernur Jabar Pastikan Riset Jadi Dasar Utama Pengambilan Kebijakan Pembangunan
-
Pemprov Jabar Tiadakan Pesta Kembang Api, Fokus pada Doa Bersama dan Siaga Bencana
-
Gubernur Jabar Tegaskan Penetapan Tersangka Wakil Wali Kota Bandung Harus Ikuti Proses Hukum
-
Gubernur Jabar Kritik Pedagang yang Sengaja 'Tampil Kumuh' Demi Hindari Pajak
Terpopuler
-
Wow! Diva Ramaniya Hadirkan Lagu 'Tempat Berlabuh', Suaranya Mirip Raisa
-
Film 'Papa Zola The Movie', Kisahkan Pejuang Keluarga
-
Syarief Khan, Judika dan Daus Separo Ucapkan Selamat Atas Jabatan Baru, Kombes Pol Budi Prasetya
-
Momen Dasco Telepon Presiden Prabowo di Tengah Rapat Bencana Aceh, Pastikan Anggaran Tak Dipotong
-
OTT Perdana 2026: KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Jakut dan 4 Orang Tersangka Suap
Terkini
-
Momen Dasco Telepon Presiden Prabowo di Tengah Rapat Bencana Aceh, Pastikan Anggaran Tak Dipotong
-
OTT Perdana 2026: KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Jakut dan 4 Orang Tersangka Suap
-
Kemenhaj Gandeng TNI-Polri Gembleng Fisik dan Mental Petugas Haji 2026
-
HUT ke-53 PDI Perjuangan: Barata Resmi Diluncurkan sebagai Maskot Baru Partai
-
Mentan Amran Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal di Semarang: Tak Ada Toleransi!