Matamata.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan seberat dua ton untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh.
"Bantuan yang kita salurkan ini bersumber dari stakeholder Komdigi untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana," ujar Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Banda Aceh, Luthfi, saat penyerahan bantuan di Kantor Gubernur Aceh, Senin (01/12).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, M. Nasir yang juga Sekda Aceh.
Luthfi menyampaikan bahwa bantuan tersebut terdiri atas beras, biskuit, mi instan, air mineral, perlengkapan ibadah seperti mukena, serta kebutuhan untuk bayi.
"Kita berharap bantuan yang disalurkan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat korban bencana," tambahnya.
Bantuan tersebut direncanakan dikirim ke wilayah Aceh Tamiang yang hingga kini masih terisolasi akibat banjir dan tanah longsor.
"Insya Allah, bantuan yang kita salurkan dan diterima langsung Sekda Aceh M Nasir akan dibawa langsung dengan kapal Basarnas lewat jalur laut," ujarnya.
Menurut laporan terbaru dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, bencana yang melanda 18 kabupaten/kota tersebut telah berdampak pada 204.940 kepala keluarga. Dari jumlah itu, 110.962 kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Warga terdampak kini tersebar di 828 titik pengungsian. Sementara itu, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 156 orang, kemudian 181 orang dilaporkan hilang, 403 orang mengalami luka berat, dan 1.435 lainnya luka ringan. (Antara)
Berita Terkait
-
Akses Putus Akibat Bencana, TNI AD Rampungkan Jembatan Bailey di Langkat
-
Peduli Bencana Alam! Vicky Prasetyo bersama Tim Solidarity Squad, Salurkan Bantuan 30 Ton Sembako ke Aceh
-
Kemensos Operasikan 39 Dapur Umum Senilai Rp2 Miliar per Hari untuk Pengungsi
-
Prabowo Tinjau Lagi Lokasi Banjir Aceh, Pastikan Respons Pemerintah Berjalan Cepat
-
Longsor dan Banjir di Sumatera, Hanura Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Terpopuler
-
Gunakan Bahasa Daerah di Film 'Sunda Emperor', Laura Moane Merasa Tertantang
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
Terkini
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Menkeu: Pembentukan BUMN Baru oleh Danantara Lebih Untung ketimbang Investasi Obligasi