Matamata.com - Kontingen Indonesia berpeluang memperbesar raihan medali emas pada Sabtu ini, menyusul tampilnya sejumlah atlet Merah Putih di babak final dan laga-laga krusial SEA Games Thailand 2025.
Kesempatan meraih emas terbuka dari berbagai cabang olahraga andalan yang selama ini konsisten menjadi penyumbang podium tertinggi bagi Indonesia, di antaranya renang, panjat tebing, angkat besi, serta sejumlah cabang bela diri.
Dari arena renang, Indonesia kembali menaruh harapan pada beberapa nomor final yang digelar di Swimming Pool Sports Authority of Thailand, Bangkok. Para perenang andalan dijadwalkan berlaga pada nomor gaya kupu-kupu, gaya punggung, hingga gaya ganti perorangan, yang sebelumnya kerap menjadi sumber medali emas bagi Merah Putih.
Peluang emas juga hadir dari cabang panjat tebing melalui nomor speed putra dan putri yang mempertandingkan partai final di Bangkok Sport Climbing Center. Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan utama Asia Tenggara pada nomor kecepatan tersebut.
Dari angkat besi, lifter Indonesia dijadwalkan turun pada kelas-kelas ringan yang selama ini sering menghadirkan emas pada ajang multievent kawasan Asia Tenggara.
Cabang bela diri turut membuka peluang emas, khususnya dari taekwondo, wushu, dan pencak silat, seiring keberhasilan atlet-atlet Indonesia melaju hingga babak semifinal dan final, baik pada nomor seni maupun tarung.
Sementara itu, cabang tenis dan bulu tangkis juga menyuguhkan peluang podium tertinggi melalui nomor beregu dan ganda, setelah wakil Indonesia berhasil menembus babak semifinal dan partai puncak.
Selain potensi emas, Indonesia juga berpeluang menambah koleksi medali perak dan perunggu dari cabang lain seperti menembak, atletik, serta sejumlah olahraga beregu yang menjalani pertandingan semifinal hingga final pada hari yang sama.
Dalam klasemen sementara perolehan medali, Indonesia masih bersaing di papan atas dengan mengoleksi 20 emas, 28 perak, dan 24 perunggu, yang menempatkan Merah Putih di posisi ketiga.
Thailand masih memimpin klasemen dengan 66 emas, 43 perak, dan 28 perunggu, disusul Vietnam di posisi kedua dengan raihan 24 emas, 17 perak, dan 43 perunggu. (Antara)
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia di Cilacap, Dorong Pembangunan Berperspektif Gender
-
Pertamina Patra Niaga Jamin Distribusi BBM Optimal dan Harga Tetap
-
Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito Pererat Hubungan Bilateral Tanpa Bahas Politik
-
Fadli Zon Ungkap Strategi Pemerintah Majukan Film Nasional di Hari Film Nasional 2026
-
Hasil Indonesia vs Bulgaria: John Herdman Kecewa Garuda Kalah Meski Unggul Statistik
Terpopuler
-
KPK Periksa Staf Kejari Tolitoli Terkait Kasus Pemerasan Tiga Jaksa HSU
-
Iran Serang Israel dan Fasilitas Militer AS di Bahrain, Kuwait, serta UEA
-
OIKN Targetkan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif Rampung Mulai 2026
-
Ketagihan! Bintangi Film 'Warung Pocong', Shareefa Daanish Ingin Main Genre Horor Berbalut Komedi Lagi
-
Korsel Terapkan Ganjil-Genap Kendaraan Dinas Buntut Krisis Energi Timur Tengah
Terkini
-
KPK Periksa Staf Kejari Tolitoli Terkait Kasus Pemerasan Tiga Jaksa HSU
-
Iran Serang Israel dan Fasilitas Militer AS di Bahrain, Kuwait, serta UEA
-
OIKN Targetkan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif Rampung Mulai 2026
-
Korsel Terapkan Ganjil-Genap Kendaraan Dinas Buntut Krisis Energi Timur Tengah
-
Ombudsman RI Minta Dukungan DPR Kawal Pengawasan Makan Bergizi Gratis