Matamata.com - Kegiatan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, perlahan kembali berjalan setelah sebelumnya terhenti akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada November lalu.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sungai Liput pada Minggu (21/12), warga mulai beraktivitas dan melakukan transaksi jual beli. Sejumlah pedagang tampak membuka lapak di bagian depan pasar, menjajakan kebutuhan pokok, sayur-mayur, hingga bahan bakar eceran.
Meski aktivitas mulai terlihat, kondisi pasar belum sepenuhnya pulih dan masih belum beroperasi secara normal.
Tanda pemulihan juga terlihat dari kembalinya aliran listrik. Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas warga yang memutar musik menggunakan perangkat pengeras suara.
Sebelumnya, Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai salah satu daerah dengan dampak terparah akibat banjir bandang. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan pada 439 sekolah serta puluhan ribu rumah warga.
Pada saat banjir bandang terjadi, Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah di Aceh yang mengalami dampak paling serius akibat bencana tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Pastikan Pengerukan Muara di Aceh Tamiang Berjalan Efektif
-
Wapres Gibran Tinjau Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang, Pastikan Pendidikan dan RS Beroperasi
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Mendag: Aktivitas Pasar Kuala Simpang Aceh Tamiang Pulih 80 Persen
-
Mendikdasmen: 18 Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Pascabencana
Terpopuler
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo