Matamata.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa peran ulama, pondok pesantren, dan umara (pemerintah) merupakan pilar utama kekuatan di Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan di Surabaya, Jumat (2/1).
Khofifah memberikan apresiasi khusus kepada para pendidik agama, termasuk ustadz, ustadzah, dan guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) An-Nahdliyah Langitan.
“Panjenengan semua, ustadz, ustadzah dan guru-guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) An-Nahdliyah Langitan insya Allah akan jadi pilar kekuatan dunia akhirat. Alhamdulillah, kita bersyukur, karena Jawa Timur dikuati oleh pesantren dan oleh para ulama,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Jawa Timur senantiasa terjaga dan dikuatkan melalui nilai-nilai Al Quran. Ia menyebut bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al Quran.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti peran historis Pondok Pesantren Langitan sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Jawa Timur.
Ia mengenang bagaimana Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sering menjadikan pengasuh generasi keenam Pondok Pesantren Langitan, KH Abdullah Faqih, sebagai rujukan atau "Kiai Khos" dalam memecahkan berbagai persoalan.
“Gus Dur sangat sering menyebut Kiai Khos dan kemudian episentrumnya ada di Langitan. Saya rasa, kita semua rindu beliau, karena sering menjadi referensi jika ada masalah-masalah, baik masalah kebangsaan, kenegaraan maupun keumatan,” tuturnya.
Khofifah juga menceritakan pengalamannya saat bertemu ulama Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Abdusshomad Mehanna. Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Syaikh Mehanna menyebut wilayah ini sebagai daerah yang penuh keberkahan dan cahaya.
Menutup keterangannya, mantan Menteri Sosial RI ini mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para ulama agar tetap menjadi penguat nilai-nilai Islam dan kehidupan sosial. Ia juga memohon dukungan doa untuk keberlanjutan pembangunan di Jawa Timur.
“Mudah-mudahan kita semua mendapatkan kemudahan dalam menjalankan berbagai tugas. Kami juga mohon doa turunnya rahmat dan ridha Allah SWT pada proses pembangunan di Jawa Timur. Mudah-mudahan kemanfaatan bisa lebih besar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Khofifah: Museum Marsinah Jadi Ruang Edukasi Keberanian bagi Generasi Muda
-
Jatim Tancap Gas Wujudkan Swasembada Gula, Produksi Tembus 1,2 Juta Ton per Tahun
-
Ulama Aceh Minta Presiden Tetapkan Bencana Nasional di Tiga Provinsi Sumatera
-
Cak Imin Dorong Pesantren Bangun Sistem Pendidikan Berdaya dan Mandiri bagi Santri
-
Gus Yahya Siap Islah, Tegaskan Pentingnya Menjaga Tata Organisasi NU
Terpopuler
-
Menkeu Purbaya Jamin Pelebaran Defisit APBN Tak Ganggu Kinerja Ekonomi
-
Inara Rusli Klaim Istri Sah Insanul Fahmi, Tak Masalah Berpoligami
-
Kemenhut Rampungkan Berkas Pemodal Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto
-
Khofifah: Pesantren dan Ulama Perkuat Pembangunan di Jatim
-
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum Selama Libur Tahun Baru 2026
Terkini
-
Menkeu Purbaya Jamin Pelebaran Defisit APBN Tak Ganggu Kinerja Ekonomi
-
Kemenhut Rampungkan Berkas Pemodal Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto
-
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum Selama Libur Tahun Baru 2026
-
Menteri PKP Rancang Transformasi Kawasan Menteng Jadi Destinasi Tematik Tanpa APBN
-
Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Hunian Danantara dan Pimpin Rapat Koordinasi di Aceh