Matamata.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu program optimasi lahan guna meningkatkan produktivitas padi nasional. Program ini fokus pada peningkatan indeks pertanaman di lahan sawah eksisting untuk memperkuat fondasi swasembada beras berkelanjutan.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menyatakan bahwa optimasi lahan merupakan strategi utama untuk mendongkrak produksi tanpa harus membuka lahan baru.
“Kami mendapat arahan langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggiatkan optimasi lahan. Sawah yang sebelumnya hanya satu kali tanam, kami dorong menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun,” ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Hermanto menjelaskan, optimasi ini dilakukan melalui perbaikan menyeluruh pada infrastruktur pertanian. Hal ini mencakup pembangunan serta rehabilitasi tanggul, pintu air, jaringan irigasi, hingga sistem drainase.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan unit pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk pengolahan lahan.
Program ini menyasar lahan sawah dengan indeks pertanaman rendah (di bawah dua kali tanam setahun) agar lebih produktif.
"Di lapangan sudah terlihat hasilnya. Produktivitas meningkat, panen bisa lebih dari dua kali, dan pendapatan petani ikut naik," tambahnya.
Capaian Target 2025-2026 Berdasarkan data per 1 Januari 2026, program ini menunjukkan kemajuan signifikan. Realisasi tahap Survey, Investigation, and Design (SID) telah mencapai 98,64 persen dari total target 500.000 hektare yang ditetapkan pada 2025.
Sementara itu, progres konstruksi fisik di lapangan telah mencapai 78 persen dan tersebar di 24 provinsi sentra pertanian. Pelaksanaan di sejumlah daerah dijadwalkan berlanjut hingga Maret 2026 melalui mekanisme Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahunan (RPATA) sesuai regulasi keuangan terbaru (PMK Nomor 84 Tahun 2025).
Kementan berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan program di daerah demi memastikan kebutuhan beras nasional terpenuhi dari produksi dalam negeri. "Harapannya, optimasi lahan ini mampu mewujudkan swasembada beras secara berkelanjutan," pungkas Hermanto. (Antara)
Berita Terkait
-
Incar Solusi Pangan, Pupuk Indonesia Siapkan Dana Inovasi Rp2 Miliar bagi Peneliti dan Startup
-
Mentan Amran Ancam Pecat Pejabat yang Berani "Main" dengan Bantuan Pertanian
-
Sokong Swasembada Pangan, Wamentrans Dorong Modernisasi Desa Transmigrasi di Banyuasin
-
Mentan Pastikan Stok Telur Aman untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Ramadhan
-
Pulihkan Sawah Sendiri, Petani di Sumatera Akan Digaji Harian oleh Pemerintah
Terpopuler
-
Bahlil Tegaskan Produksi Batu Bara Tetap Dipangkas demi Dongkrak Harga dan Warisan Anak Cucu
-
Mendag Dorong Produsen Perbanyak 'Second Brand' Minyak Goreng untuk Hindari Kelangkaan
-
Menko AHY: Infrastruktur Harus Multifungsi, Tol Bisa Jadi Runway Darurat Jet Tempur
-
Pulihkan Sarana Pascabencana, Kemenag Kucurkan Ratusan Miliar untuk Madrasah dan Pesantren di Sumatera
-
Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali
Terkini
-
Bahlil Tegaskan Produksi Batu Bara Tetap Dipangkas demi Dongkrak Harga dan Warisan Anak Cucu
-
Mendag Dorong Produsen Perbanyak 'Second Brand' Minyak Goreng untuk Hindari Kelangkaan
-
Menko AHY: Infrastruktur Harus Multifungsi, Tol Bisa Jadi Runway Darurat Jet Tempur
-
Pulihkan Sarana Pascabencana, Kemenag Kucurkan Ratusan Miliar untuk Madrasah dan Pesantren di Sumatera
-
Cegah Abrasi di Kuta hingga Candidasa, Jepang Garap Proyek Jumbo Rp1,08 T di Bali