Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan pelaku sektor pertanian dalam agenda Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran dinilai sukses memimpin reformasi sektor pertanian dan mendorong peningkatan produksi nasional secara signifikan.
Tak hanya pejabat tinggi, Presiden juga memberikan Bintang Jasa Pratama kepada Heri Sunarto, seorang petani dari Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Luhur, Sukoharjo.
Sementara Bintang Jasa Nararya diberikan kepada penyuluh pertanian Bobby Irfan Effendi (OKU Timur) dan Winarto (Poktan Sri Sedhono, Ngawi).
Capaian Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah Di sela agenda tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan kabar gembira terkait ketahanan pangan. Saat ini, cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog telah menembus angka 3 juta ton.
"Capaian ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, melampaui rekor yang pernah dicapai pada era Presiden Soeharto," ujar Prabowo merujuk pada pernyataan resminya di Hambalang sehari sebelumnya.
Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan yang ditargetkan dalam empat tahun, nyatanya mulai terwujud pada tahun pertama pemerintahannya.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Prabowo menekankan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak kemerdekaan bangsa.
Penerima Satyalancana Wira Karya Selain Bintang Jasa, Presiden juga menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada tokoh lintas sektor, di antaranya:
- TNI/Polri: Danko Diklat TNI Letjen TNI Mohammad Naudi Nurdika, Kapolres Lampung Selatan
- AKBP Toni Kasmiri, dan Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.
- Kepala Daerah: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Bupati Karawang Aep Syaepuloh.
- Organisasi & Petani: Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir, serta para petani inspiratif dari Cianjur dan Indramayu.
Presiden berharap penghargaan ini memicu semangat seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya berswasembada beras, tetapi juga komoditas karbohidrat dan protein lainnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Indonesia Hilang 554 Ribu Hektare Sawah, Prabowo Perintahkan Lahan LP2B Tak Boleh Diubah Selamanya
-
Bantah Isu BUMN Rugi, Danantara Bidik Keuntungan Hingga Rp350 Triliun
-
Mensesneg: Perpres Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc Segera Ditandatangani Presiden
-
Tekan Impor BBM, Prabowo Targetkan Cadangan Energi Nasional Naik ke 3 Bulan
Terpopuler
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Menkeu: Pembentukan BUMN Baru oleh Danantara Lebih Untung ketimbang Investasi Obligasi
Terkini
-
Seskab Teddy dan Gubernur Aceh Bahas Penyelesaian 4.000 Hunian Pascabencana
-
Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Wamen Isyana Ingatkan Bahaya Manipulasi 'Child Grooming'
-
Menko Pangan Sebut Penerima Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Orang
-
Menkeu: Pembentukan BUMN Baru oleh Danantara Lebih Untung ketimbang Investasi Obligasi