Matamata.com - Ketua Satgas Nasional Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi Pangan, Ali Agus, meninjau langsung kesiapan lahan pembangunan pabrik pengolahan ayam dan pakan di Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (11/1). Langkah ini merupakan bagian dari persiapan menjelang pencanangan (groundbreaking) yang dijadwalkan pada 19 Januari 2026.
Peninjauan dilakukan di tiga titik strategis di Kecamatan Anggrek, yakni Desa Putiana, Desa Tolongio, dan Pelabuhan Anggrek. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang mendampingi kunjungan tersebut menjelaskan pembagian fungsi lokasi tersebut.
"Desa Putiana disiapkan untuk Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan fasilitas pendingin (cold storage), sementara Desa Tolongio diperuntukkan bagi pabrik produksi pakan ternak. Hasil pengecekan menunjukkan lahan milik Pemprov ini sudah memenuhi syarat," ujar Gusnar.
Integrasi Hulu ke Hilir Selain dua lokasi utama tersebut, program hilirisasi ini mencakup tiga titik lainnya dalam master site:
- Desa Ibarat (Kecamatan Anggrek): Pusat penetasan telur.
- Desa Dambalo (Kecamatan Tomilito): Pembibitan ayam petelur.
- Desa Motihelumo (Kecamatan Sumalata Timur): Pusat pembibitan ayam.
Ali Agus menegaskan bahwa program ini bukanlah proyek yang bergantung pada APBN, melainkan program pengembangan bisnis (business development) yang dimandatkan kepada BUMN dengan melibatkan pengusaha lokal maupun nasional.
Optimasi Komoditas Jagung Pembangunan pabrik pakan di Gorontalo dinilai sangat strategis mengingat daerah ini adalah lumbung jagung nasional. Sebagai catatan, jagung merupakan komponen utama yang menyusun 50 persen kebutuhan pakan ayam.
"Ini adalah langkah strategis untuk mencapai swasembada protein hewani. Dengan hilirisasi, kita tidak lagi hanya menjual jagung mentah, tapi mengolahnya menjadi pakan dan produk ayam siap makan," jelas Ali Agus yang juga Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Peternakan.
Nantinya, budidaya ayam akan melibatkan masyarakat peternak, kelompok tani, hingga koperasi. Hasil panen akan langsung masuk ke RPHU dan disimpan di cold storage untuk menjaga kesegaran sebelum didistribusikan atau diolah lebih lanjut.
"Inilah wujud kemandirian pangan. Kita ingin kuat menghadapi gejolak geopolitik global dengan memastikan ketersediaan protein dalam negeri terjaga," tutupnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Danantara Bakal Integrasikan Sistem Pelaporan Pelanggaran BUMN ke KPK
-
Prabowo Targetkan Pangkas Jumlah BUMN Jadi 250 Perusahaan dalam Dua Tahun
-
Presiden Prabowo Ingin Rutin Bertemu Rektor Tiap Bulan, Serap Masukan untuk Hadapi Tantangan Global
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani-Nelayan XVII
Terpopuler
-
Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook
-
MK Putuskan Syarat Minimal Usia Calon Kepala Desa Tetap 25 Tahun
-
Trump Klaim Iran Minta Pertemuan di Doha, Teheran Beri Bantahan
-
Bawaslu: AI dan Transaksi Digital Mengubah Pola Pelanggaran Pemilu
-
Danantara Bakal Integrasikan Sistem Pelaporan Pelanggaran BUMN ke KPK
Terkini
-
Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook
-
MK Putuskan Syarat Minimal Usia Calon Kepala Desa Tetap 25 Tahun
-
Trump Klaim Iran Minta Pertemuan di Doha, Teheran Beri Bantahan
-
Bawaslu: AI dan Transaksi Digital Mengubah Pola Pelanggaran Pemilu
-
Danantara Bakal Integrasikan Sistem Pelaporan Pelanggaran BUMN ke KPK