Matamata.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ekosistem inovasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025. Ajang ini berhasil menjaring 1.620 inovator, mulai dari kalangan peneliti, profesional, pelaku startup, hingga mahasiswa dari dalam dan luar negeri.
Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk membangun pipeline riset yang relevan dengan tantangan industri pupuk dan pertanian nasional.
“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/2/2026).
Empat Kategori Strategis Dalam pelaksanaannya, Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI). Program ini dirancang sebagai platform open innovation untuk menyerap gagasan transformatif di empat kategori utama:
Precision Agriculture & Digital Farming: Fokus pada efisiensi budidaya.
Climate Resilience & Sustainable Fertilizer: Adaptasi perubahan iklim dan pupuk berkelanjutan.
AI-Driven Agri Supply Chain: Digitalisasi rantai pasok pupuk.
Process & Plant Engineering: Keandalan fasilitas produksi.
Jamsaton menjelaskan bahwa keempat kategori tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir, mulai dari teknis di lapangan hingga distribusi di pasar.
Peluang Kolaborasi Senilai Rp2 Miliar Tak sekadar kompetisi, para pemenang berkesempatan mendapatkan peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan. Pupuk Indonesia menyiapkan dukungan hingga senilai Rp2 miliar agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri.
"Kami percaya inovasi dari FertInnovation akan berkontribusi nyata meningkatkan efisiensi produksi, ketahanan distribusi, serta produktivitas pertanian nasional," tambah Jamsaton.
Melalui pendekatan open innovation ini, Pupuk Indonesia menegaskan perannya sebagai innovation enabler di sektor agribisnis, sekaligus mempercepat hilirisasi riset guna menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menko Pangan Tegaskan Swasembada Pangan Menyangkut Hak Rakyat dan Kesejahteraan Petani
-
Prabowo Tegaskan RI Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik
-
Mentan Amran Sulaiman Bongkar Mafia Proyek dan Permainan Benih Kementan Rp3,3 Miliar
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terpopuler
-
Diduga Menipu hingga Miliaran Rupiah, Pengusaha Kayu Lapis di Sukabumi Dilaporkan ke Polisi
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
Terkini
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen