Matamata.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung proses pengerukan sedimentasi di Muara Kuala yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI di Aceh Tamiang, Kamis (12/2/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
Dalam keterangan resminya, Jumat (13/2), Menhan menegaskan bahwa pengerukan tersebut bertujuan untuk menormalisasi aliran air yang sebelumnya tersumbat lumpur akibat sedimentasi parah.
"Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara holistik," ujar Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan bahwa normalisasi muara memiliki fungsi ganda. Selain sebagai upaya pemulihan, pengerukan ini merupakan langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang di kawasan tersebut. Dengan berkurangnya sedimentasi, kapasitas tampung air di hilir akan meningkat, sehingga aliran air dari hulu menuju laut menjadi lebih lancar.
Kondisi tersebut diharapkan mampu meminimalisir risiko luapan air ke pemukiman warga yang selama ini kerap terjadi akibat pendangkalan muara.
Selain aspek keamanan lingkungan, Sjafrie menekankan dampak positif terhadap ekonomi lokal, khususnya bagi para nelayan. Kedalaman sungai yang terjaga akan memudahkan kapal nelayan keluar-masuk tanpa harus menunggu pasang tinggi.
"Kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kedaulatan ekonomi," jelasnya.
Efisiensi waktu dan biaya operasional nelayan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas wilayah tersebut. Menhan pun berharap proses pengerukan yang dilakukan personel TNI ini berjalan lancar agar aktivitas masyarakat Aceh Tamiang segera kembali normal. (Antara)
Berita Terkait
-
Siap Operasikan Kapal Induk, 100 Prajurit TNI AL Bakal Digembleng di Italia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Sampaikan Belasungkawa Presiden kepada Keluarga 23 Marinir yang Gugur
-
Gempur Pantai Sungailiat, TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang dan Ribuan Prajurit
-
RI Siapkan 8.000 Pasukan ke Gaza, China Harapkan Gencatan Senjata Permanen Terwujud
-
Menko AHY: Infrastruktur Harus Multifungsi, Tol Bisa Jadi Runway Darurat Jet Tempur
Terpopuler
-
Krisis Medis Gaza Kian Akut, WHO: Stok Obat Habis dan 18 Ribu Pasien Gagal Dievakuasi
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman
-
China Dukung Kedaulatan Iran, Desak AS dan Israel Hentikan Serangan Militer
-
Situs Megalitikum 1.000 Tahun di Lore Lindu Dirusak Penambang Ilegal
-
Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Bisa Naik Jika Tekanan Minyak Lampaui Kapasitas APBN
Terkini
-
Krisis Medis Gaza Kian Akut, WHO: Stok Obat Habis dan 18 Ribu Pasien Gagal Dievakuasi
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Tetap Aman
-
China Dukung Kedaulatan Iran, Desak AS dan Israel Hentikan Serangan Militer
-
Situs Megalitikum 1.000 Tahun di Lore Lindu Dirusak Penambang Ilegal
-
Menkeu Purbaya: Harga BBM Subsidi Bisa Naik Jika Tekanan Minyak Lampaui Kapasitas APBN