Matamata.com - TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus mempertajam taring kekuatan tempurnya melalui latihan Management Control Lapangan Operasi Pertahanan Pantai Tahun Anggaran 2025. Latihan besar ini digelar di Pantai Sungailiat, Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, latihan ini merupakan simulasi komprehensif yang melibatkan 1.443 personel gabungan. Unsur yang terlibat mencakup personel kapal perang, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), hingga korps Marinir.
"Latihan ini menjadi pembuktian pentingnya kesiapsiagaan personel, ketepatan prosedur, serta soliditas antarunsur dalam mendukung keberhasilan Operasi Pertahanan Pantai," ujar Laksamana Muhammad Ali dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2026).
Dalam simulasi tersebut, TNI AL mengerahkan sedikitnya sembilan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan tujuh pesawat udara. Berbagai skema tempur dijalankan, mulai dari taktik serangan laut menggunakan KRI hingga simulasi penghalauan musuh yang mencoba merangsek masuk ke garis pantai nasional.
Kasal menilai seluruh rangkaian latihan berjalan sukses dan sesuai dengan kebutuhan operasional pasukan. Selain aspek militer, kehadiran TNI AL di pesisir Bangka Belitung juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang menyaksikan jalannya latihan.
"Diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin siap, profesional, dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah pesisir nasional guna menjaga kedaulatan negara," tegas Kasal. (Antara)
Berita Terkait
-
KSAL: Awak KRI Canopus-936 Rampungkan Pelatihan 7 Bulan di Eropa
-
TNI AL Gunakan B50, Upaya Efisiensi BBM dan Perkuat Operasional Kapal Patroli
-
KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Jakarta Usai Berlayar 44 Hari dari Italia
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Akan Bangun Pusat Latihan Militer Internasional di Morotai
-
Kemenhut dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan 200 Ton Arang Bakau ke Malaysia
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis