Elara | MataMata.com
KRI Canopus-369 saat bersandar di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, Senin (13/04/2026) (ANTARA/HO-Humas TNI AL)

Matamata.com - TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersiap mengalihkan bahan bakar kapal patrolinya menggunakan jenis B50. Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi dan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil di lingkungan militer.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini memerlukan penyesuaian teknis pada armada yang ada.

"Ke depan akan menggunakan bahan bakar B50. Tentunya akan ada modifikasi dari permesinan yang ada di kapal nantinya," ujar Laksamana Ali saat jumpa pers di Mabes Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4).

Sebagai informasi, B50 merupakan bahan bakar nabati (BBN) yang terdiri dari campuran 50 persen solar dan 50 persen minyak kelapa sawit mentah (CPO). Penggunaan campuran ini diharapkan mampu menekan ketergantungan TNI AL terhadap minyak mentah konvensional.

Selain faktor efisiensi, Laksamana Ali menyebut B50 sangat mumpuni untuk mendukung operasional kapal dengan mobilitas tinggi, mulai dari tugas patroli rutin hingga misi pengiriman logistik dan pergeseran pasukan.

Transisi ke B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. Saat ini, armada TNI AL masih mengandalkan bahan bakar jenis B35 untuk operasional di lapangan.

"Untuk patroli sementara ini kita masih menggunakan kapal-kapal yang menggunakan bahan bakar B35," imbuhnya.

KSAL menegaskan bahwa meskipun sedang dalam masa efisiensi bahan bakar, intensitas patroli di wilayah perairan Indonesia tidak akan berkurang. Penggunaan B50 justru menjadi solusi agar kehadiran unsur-unsur TNI AL di laut tetap optimal dan terjaga. (Antara)

Load More