Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat, dengan menemui pimpinan organisasi bisnis papan atas Negeri Paman Sam. Pertemuan ini menjadi krusial menjelang penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART).
Presiden Prabowo hadir dalam forum bertajuk "Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto" yang mempertemukan Kamar Dagang AS (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO).
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi delegasi kuat Kabinet Merah Putih, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Misi Keseimbangan Dagang Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memanfaatkan momentum perjanjian ART yang akan diteken langsung oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr. Fokus utama perjanjian ini adalah menyeimbangkan nilai perdagangan kedua negara yang saat ini tercatat di angka 45 miliar dolar AS.
"Tujuannya agar perdagangan lebih seimbang. Ini memberikan peluang besar bagi eksportir Indonesia di sektor tekstil, garmen, sepatu, dan elektronik," ujar Anindya.
Sebaliknya, pengusaha Amerika akan mendapatkan kemudahan akses untuk komoditas kapas, gandum, hingga kedelai. Namun, Anindya menekankan bahwa misi utama delegasi Indonesia melampaui sekadar jual-beli komoditas.
"Investasi menjadi poin utama. Kita ingin menarik modal ke Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja dan memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi," tambahnya.
Sinergi Sektor Strategis Hadir pula dalam pertemuan tersebut sejumlah petinggi korporasi besar, seperti Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson. Kehadiran para bos tambang dan energi ini mengisyaratkan bahwa hilirisasi tetap menjadi agenda utama dalam kerja sama bilateral tersebut.
Dokumen perjanjian ART yang akan ditandatangani mencakup poin-poin strategis, termasuk penyesuaian tarif yang diharapkan dapat memangkas hambatan dagang antar kedua negara. Pertemuan bilateral antara Prabowo dan Trump Jr. dijadwalkan menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kenegaraan ini. (Antara)
Baca Juga
Tag
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,05 Ton dari Peternak Bantul
-
Wamendag Roro Esti Bidik Peningkatan Kerja Sama Ekonomi RI-Rusia, Targetkan FTA Rampung 2026
-
Trump Puji Sejarah Hubungan AS-China: "Kita Memiliki Banyak Kesamaan"
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Pengembangan Industri Perunggasan Nasional
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi