Matamata.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan desain Tanggul Tegak Multifungsi (TTMF) sebagai solusi inovatif mengatasi abrasi, banjir rob, hingga kenaikan muka air laut. Struktur berbasis blok modular beton ini dirancang lebih ramping dan hemat material dibandingkan tanggul konvensional.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Dinar Catur Istiyanto, menjelaskan bahwa pengembangan TTMF merupakan jawaban atas kebutuhan desain tanggul yang aman namun tetap ramah lingkungan.
"Struktur tanggul urugan konvensional membutuhkan pasir dan batuan dalam jumlah sangat besar yang diambil dari gunung atau laut, sehingga berdampak pada lingkungan," ujar Dinar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2).
Sistem Modular Mirip Lego Berbeda dengan tanggul biasa yang bisa melebar hingga ratusan meter ke arah laut, TTMF dirancang dengan konfigurasi tegak (vertical seawall). Struktur ini menggunakan sistem blok modular (caisson) yang disusun seperti kepingan Lego.
Blok beton ini diproduksi di darat dengan berat sekitar 60 ton per unit—disesuaikan dengan kapasitas alat berat (crane) nasional—kemudian disusun di lokasi target. Metode ini diklaim membuat proses konstruksi jauh lebih cepat dan efisien.
Keunggulan lainnya adalah efisiensi ruang. Lebar tanggul hanya berkisar 10–20 meter, sehingga sangat relevan diterapkan di kawasan pesisir yang padat lahan seperti Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Mampu Menghasilkan Listrik Tak sekadar menjadi pelindung pantai, TTMF juga mengusung konsep multifungsi. Salah satu inovasi utamanya adalah integrasi sistem penangkap energi gelombang laut tipe Oscillating Water Column (OWC).
"Prinsipnya, energi gelombang yang selama ini hanya diredam, kini bisa ditangkap dan dikonversi menjadi energi listrik melalui turbin," ungkap Dinar.
Selain sebagai pembangkit listrik, bagian atas tanggul dirancang cukup kuat untuk menopang infrastruktur jalan raya. Dengan demikian, satu struktur dapat menjalankan empat fungsi sekaligus: pelindung pantai, pengendalian banjir, jalur transportasi, dan sumber energi terbarukan.
Dari sisi material, TTMF juga mendukung prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan limbah industri seperti slag besi, slag nikel, dan fly ash batubara sebagai campuran beton bertulang standar SNI. BRIN berharap riset ini dapat segera diimplementasikan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). (Antara)
Berita Terkait
-
Jatim Gandeng BRIN, Percepat Hilirisasi Riset Kesehatan hingga Ketahanan Pangan
-
BRIN: Ikan Gabus Potensial Jadi Superfood Lokal untuk Pemulihan Kesehatan
-
BRIN Kembangkan Xanthan Gum Lokal, Targetkan Efisiensi Migas dan Substitusi Impor
-
Lebih Efisien dari Tebu? BRIN Ciptakan Mesin Gula Semut Sorgum Khusus UMKM
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Produksi Pupuk Nitrogen Jadi Lebih Ramah Lingkungan
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis