Matamata.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi memperkenalkan pengembangan xanthan gum, bahan aditif industri yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. Inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa penguasaan teknologi xanthan gum merupakan langkah nyata untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Hal ini disampaikan dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis (16/4).
"Kami berupaya menggantikan produk impor yang selama ini mendominasi penggunaan di industri kita," ujar Arif.
Arif menggarisbawahi bahwa dengan konsumsi minyak nasional yang mencapai 1,6 juta barel per hari, Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada komponen pendukung dari luar negeri. Saat ini, BRIN telah berhasil menguasai proses pembuatan xanthan gum secara mandiri di laboratorium.
Melalui pertemuan dengan pelaku industri ini, Arif berharap hasil riset tersebut dapat segera masuk ke tahap produksi massal (komersialisasi).
"Jangan sampai riset BRIN hanya menjadi imajinasi peneliti yang tidak dibutuhkan pasar. Kita menghindari hasil riset yang selesai di laboratorium tapi tidak relevan dengan kebutuhan industri," tegasnya.
Sebagai informasi, xanthan gum memiliki peran vital sebagai agen pengental, pengemulsi, dan pengontrol kekentalan (viskositas). Dalam sektor hulu migas, zat ini digunakan sebagai aditif lumpur pengeboran untuk menjaga stabilitas fluida, mencegah penyumbatan pipa, dan mengoptimalkan proses pengeboran di lapangan.
Produk inovasi BRIN ini hadir dalam bentuk bubuk krem-kecokelatan yang stabil dan aman digunakan. Memiliki sifat rheologi yang unggul, xanthan gum lokal ini diklaim siap bersaing dan memperkuat rantai pasok industri energi nasional yang lebih berkelanjutan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Lebih Efisien dari Tebu? BRIN Ciptakan Mesin Gula Semut Sorgum Khusus UMKM
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Produksi Pupuk Nitrogen Jadi Lebih Ramah Lingkungan
-
Presiden Prabowo: Kemandirian Energi Fondasi Utama Negara Merdeka
-
Musim Hujan Tiba, BRIN Minta Pemda Audit Kesehatan Pohon di Ruang Publik
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
Terpopuler
-
BRIN Kembangkan Xanthan Gum Lokal, Targetkan Efisiensi Migas dan Substitusi Impor
-
TNI AL Gunakan B50, Upaya Efisiensi BBM dan Perkuat Operasional Kapal Patroli
-
Dukung Minat Anak dengan Eksplorasi Profesi di KidZania Jakarta
-
Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul
-
China Dukung Peringatan IMF: Konflik Timur Tengah Ancam Keamanan Energi Global
Terkini
-
TNI AL Gunakan B50, Upaya Efisiensi BBM dan Perkuat Operasional Kapal Patroli
-
Pemkot Jaksel Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Phb Setu Babakan, Upaya Cegah Kerusakan Tanggul
-
China Dukung Peringatan IMF: Konflik Timur Tengah Ancam Keamanan Energi Global
-
Aturan Baru Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan Permenhut 6/2026 dan Target Penurunan Emisi
-
Bulog Bangun Gudang di Natuna, Jamin Stok Pangan Wilayah Perbatasan