Matamata.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi penentu eksistensi koperasi di Indonesia. Ferry meyakini, kegagalan program ini dapat mengancam masa depan gerakan koperasi di tanah air.
“Pemerintah akan berjuang keras agar program Kopdes ini bisa sukses. Kalau sampai gagal, saya meyakini ke depan tidak akan ada lagi eksistensi koperasi di Indonesia,” ujar Ferry dalam seminar nasional di Kampus ITB, Bandung, Kamis (5/3/2025).
Ferry menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan implementasi konkret dari ekonomi kerakyatan yang menjadi fokus Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden ingin mengembalikan arah ekonomi Indonesia yang dinilai sudah terlalu liberal dan kapitalis menuju ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi.
Kini, koperasi telah ditetapkan sebagai program strategis pemerintah untuk mengoreksi arah perekonomian nasional.
“Koperasi memiliki posisi strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi alat perjuangan rakyat dan sokoguru perekonomian nasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa arah ekonomi nasional harus kembali pada cita-cita pendiri bangsa, yakni sistem yang berkeadilan, berbasis gotong royong, dan memberikan ruang kepemilikan bagi rakyat kecil.
Dalam kesempatan yang sama, pengamat politik Rocky Gerung turut memberikan pandangannya. Rocky menilai koperasi adalah wujud nyata dari solidaritas kemanusiaan. Meski konstitusi membolehkan praktik kapitalisme di satu sisi, ia mengingatkan bahwa ekonomi harus bermuara pada kemakmuran bersama.
"Di sisi lain, kehidupan ekonomi juga harus pro terhadap rakyat kecil. Itu ada dalam tubuh dan semangat koperasi,” ungkap Rocky. (Antara)
Berita Terkait
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
Respons KPK Terkait Instruksi Presiden Prabowo Soal Penguatan Anggaran Pemberantasan Korupsi
-
Ada Indikasi Penyelewengan di BGN, Presiden Prabowo Subianto Panggil BPKP dan PPATK
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
Terpopuler
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
Terkini
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
-
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos