Matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan arahan tegas kepada jajaran pejabat baru di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Ia meminta seluruh eksekusi program pemajuan kebudayaan memberikan manfaat nyata yang terukur dan bebas dari inefisiensi birokrasi.
"Pangkas prosedur yang tidak memberikan nilai tambah. Perkuat efisiensi, koordinasi, dan percepat pengambilan keputusan yang berdampak nyata berdasarkan kompetensi serta integritas tinggi," ujar Fadli saat melantik 11 pejabat di Jakarta, Jumat (3/4/2026).
Fadli menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari internal kementerian hingga kolaborasi dengan pegiat dan pelaku budaya. Menurutnya, kerja sama dengan pihak non-pemerintah menjadi kunci untuk memperluas jangkauan program pemajuan kebudayaan nasional.
Dalam arahannya, Menbud memaparkan empat pilar utama kebijakan kebudayaan yang harus diperkuat oleh para pejabat baru, yakni:
Internalisasi nilai pendidikan.
Pengembangan ekonomi budaya.
Budaya sebagai diplomasi kekuatan lunak (soft power diplomacy).
Budaya sebagai kekuatan pengikat (binding power) persatuan bangsa.
Selain itu, Fadli mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan data dan aset budaya guna mempermudah akses informasi bagi masyarakat luas.
Daftar Pejabat yang Dilantik Dalam kesempatan tersebut, beberapa posisi strategis yang diisi antara lain:
- Yayuk Sri Budi Rahayu: Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik.
- Andi Syamsu Rijal: Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi.
- I Made Dharma Suteja: Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual.
- Syukur Asih Suprojo: Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan.
- Wawan Yogaswara: Direktur Promosi Kebudayaan.
- Irini Dewi Wanti: Direktur Film, Musik, dan Seni.
- Insan Abdirrohman: Direktur Pengembangan Budaya Digital.
- Lita Rahmiati: Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi.
- Agus Widiatmoko: Direktur Warisan Budaya.
- Undri: Sekretaris Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan.
- Ibnu Hamad: Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi P-2 Kebudayaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, menambahkan bahwa seluruh unit kerja harus bergerak dalam satu frekuensi yang sama untuk meningkatkan Indeks Pemajuan Kebudayaan secara nasional.
Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo beserta jajaran pimpinan lainnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
KAA ke-71: Menbud Fadli Zon Tegaskan Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia
-
Fadli Zon Ajak Menteri Kebudayaan Arab Saudi Telusuri Jejak Peradaban Nusantara
-
Fadli Zon Ungkap Strategi Pemerintah Majukan Film Nasional di Hari Film Nasional 2026
-
Menbud Fadli Zon Dorong Digitalisasi Museum untuk Pikat Gen Z
Terpopuler
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kumpulkan Panglima TNI dan Deretan Purnawirawan, Bahas Dukungan Program Pemerintah
-
Kejagung Periksa Pegawai Kementerian ESDM Terkait Kasus Korupsi Tambang PT AKT
-
Aldy Riva dan Alexander Nicholi Asal AS, Temukan Teknologi IT Canggih 'Anodyne'
-
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Wamentan: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Terkini
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kumpulkan Panglima TNI dan Deretan Purnawirawan, Bahas Dukungan Program Pemerintah
-
Kejagung Periksa Pegawai Kementerian ESDM Terkait Kasus Korupsi Tambang PT AKT
-
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Wamentan: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Jepang Sebut Indonesia Destinasi Investasi Menjanjikan, Sektor Otomotif Jadi Andalan