Matamata.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mulai menjajaki kolaborasi strategis dengan India di bidang pendidikan tinggi bisnis dan ekonomi. Langkah ini diambil untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Mendiktisaintek Brian Yuliarto dengan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang didampingi delegasi dari Indian Institute of Management Bangalore (IIMB) di Jakarta, Rabu (8/4).
Menteri Brian Yuliarto menyambut positif inisiatif ini. Ia menekankan bahwa penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi menjadi salah satu prioritas, terutama dalam bidang yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
"Kami berharap perguruan tinggi di Indonesia dan India dapat berkolaborasi melalui berbagai program bersama, khususnya penelitian di bidang bisnis dan ekonomi," ujar Brian dalam keterangan resminya, Kamis (9/4).
Duta Besar India, Sandeep Chakravorty, menegaskan bahwa pengembangan kerja sama ini merupakan komitmen jangka panjang India untuk mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Rektor IIMB Dinesh Kumar Unnikrishna menjelaskan bahwa sebagai sekolah bisnis berbasis riset, pihaknya akan memfokuskan kerja sama pada bidang strategis. Beberapa di antaranya meliputi transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan ekosistem bisnis modern.
Menariknya, pertemuan tersebut juga membuka peluang pembukaan program Magister Administrasi Bisnis (MBA) di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
Melalui kolaborasi ini, Kemdiktisaintek optimis kapasitas institusi pendidikan tinggi nasional akan meningkat, sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di sektor ekonomi digital. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Kampus
-
Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
Persiapan Haji 2026: Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Siapkan 150 Inisiatif Berbasis AI
-
Mendiktisaintek Dorong Konsorsium Nasional demi Kedaulatan Satelit Indonesia
Terpopuler
-
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Kampus
-
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
Update Insiden Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, KAI Mulai Uji Coba Jalur
-
Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Kelas hingga 2028
Terkini
-
Pemerintah Kucurkan Rp57 Miliar untuk 122 Program Riset Kampus
-
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi Paling Lambat 2029
-
Yusril Ihza Mahendra Usul Ambang Batas Parlemen Disetarakan dengan Jumlah Komisi DPR
-
Update Insiden Bekasi Timur: Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, KAI Mulai Uji Coba Jalur
-
Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Kelas hingga 2028