Matamata.com - Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, meminta dukungan Pakistan untuk mendorong penghentian segera serangan militer Israel yang menyasar Beirut dan warga sipil. Permintaan tersebut disampaikan Salam dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, Kamis (9/4).
Dalam pernyataan resmi Kantor PM Lebanon, Salam mengapresiasi upaya perdamaian yang selama ini diinisiasi oleh Shehbaz Sharif. Ia berharap Pakistan dapat menggunakan pengaruh diplomasinya guna mengakhiri eskalasi kekerasan yang terus menelan korban jiwa di Lebanon.
Pakistan saat ini muncul sebagai aktor kunci dalam stabilitas kawasan, menyusul keberhasilan mereka memediasi proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Berkat mediasi tersebut, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
Salah satu dampak positif dari mediasi Pakistan adalah pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu (8/4). Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz—jalur vital yang melayani 20 persen pasokan minyak dan gas global—akan dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan dengan Washington.
Namun, situasi di Lebanon justru kontradiktif. Di hari yang sama dengan pengumuman pembukaan Selat Hormuz, pesawat tempur dan artileri Israel dilaporkan menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk wilayah padat penduduk di kota Tyre.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam butir kesepakatan dengan Iran. Hal ini disebabkan oleh keterlibatan gerakan Hizbullah dalam konflik tersebut.
Di sisi lain, Teheran mengecam keras sikap tersebut dan menganggap serangan Israel ke Lebanon sebagai pelanggaran nyata terhadap semangat gencatan senjata yang telah dicapai dengan AS. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
China Berkomitmen Jaga Keamanan Energi Global di Tengah Krisis Selat Hormuz
-
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
DPR Desak PBB Evaluasi Total Perlindungan Pasukan UNIFIL Usai Gugurnya Prajurit TNI
-
China Sebut Situasi Timur Tengah Kritis meski Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang
Terpopuler
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
TNI AU Asah Kesiapan Pilot Helikopter Lewat Latihan Misi Tempur dan OMSP di Bogor
-
Presiden Prabowo Berikan Taklimat Kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
Terkini
-
Presiden Prabowo dan KSP Akan Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas
-
TNI AU Asah Kesiapan Pilot Helikopter Lewat Latihan Misi Tempur dan OMSP di Bogor
-
Presiden Prabowo Berikan Taklimat Kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Kemensos Lakukan Asesmen Menyeluruh bagi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi