Matamata.com - Perum Bulog menjadwalkan pembangunan tiga gudang baru di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mulai September 2026. Langkah strategis ini diambil guna mengamankan stok pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di wilayah perbatasan.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dani Satrio, mengungkapkan bahwa proyek ini saat ini tengah memasuki tahap persiapan administrasi. Setiap unit gudang nantinya memiliki kapasitas daya tampung hingga 1.000 ton, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti perkantoran dan rumah dinas.
“Prosesnya saat ini masih di kantor pusat. Kami perkirakan administrasi rampung pada Agustus, sehingga peletakan batu pertama (groundbreaking) bisa dilakukan pada September mendatang,” ujar Dani di Natuna, Rabu (15/4).
Dani menjelaskan, proyek ini merupakan hasil sinergi erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna yang telah menyediakan lahan. Tiga titik lokasi yang dipilih setelah melalui proses verifikasi adalah Pulau Laut, Pulau Serasan (sebagai pulau terluar), dan Pulau Midai (sebagai pulau penyangga).
Pembangunan ini menjadi krusial mengingat kondisi geografis Natuna yang sering diterjang cuaca ekstrem. Selama ini, distribusi pangan ke wilayah tersebut kerap terhambat oleh gelombang tinggi dan angin kencang.
"Dengan adanya gudang di tiga titik strategis ini, keterlambatan distribusi pangan diharapkan dapat diminimalkan. Masyarakat akan memiliki rasa aman terhadap ketersediaan kebutuhan pokok, bahkan saat cuaca sedang tidak bersahabat," tambah Dani.
Program pembangunan infrastruktur pascapanen ini sendiri merupakan skema jemput bola dari Bulog, di mana pemerintah daerah diberikan kesempatan mengajukan usulan pembangunan gudang dengan menyediakan lahan yang layak. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Anggaran Belum Cair, 4 Pusat Makan Bergizi Gratis di Natuna Berhenti Operasi Sementara
-
Tembus Rp5 Triliun! Mentan Amran Genjot Cetak Sawah 80 Ribu Hektare di Papua
-
Dorong Kesejahteraan Petani, Mentan Amran Sulaiman Setujui Hilirisasi Kelapa dan Ubi Kayu di Maluku
-
Bapanas Kawal Mutu Beras Ekspor ke Malaysia, Bulog Sebut Harga di Atas HET
-
Wamentan Sudaryono: Produksi Pangan Dalam Negeri Naik, Impor Beras Ditutup Rapat
Terpopuler
-
HIPMI Siap Jadi Jembatan Investasi dan Kolaborasi Bisnis Indonesia-Jerman
-
Bintangi Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula', Sarah Sechan Merasa Miris soal Peredaran Narkoba
-
China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Klarifikasi Insiden UGM, Bantah Kabur dari Forum Dialog Mahasiswa
-
MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rampung Juli 2026
Terkini
-
HIPMI Siap Jadi Jembatan Investasi dan Kolaborasi Bisnis Indonesia-Jerman
-
China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Klarifikasi Insiden UGM, Bantah Kabur dari Forum Dialog Mahasiswa
-
MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rampung Juli 2026
-
Kementerian ESDM Terima Pagu Indikatif Rp27,33 Triliun untuk Anggaran 2027