Matamata.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pendampingan sertifikasi mutu dan dokumen kesehatan (Health Certificate/HC) untuk mendukung rencana ekspor beras ke Malaysia. Langkah ini diambil guna memenuhi persyaratan serta standar keamanan pangan ketat di negara tujuan.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menegaskan bahwa lembaga otoritasnya bertanggung jawab penuh memastikan beras yang dikirim memenuhi standar premium maupun medium.
"Terkait mutu pangan, kami melakukan sertifikasi. Bukan hanya HC (Health Certificate), tapi juga penilaian mutu beras premium maupun medium," ujar Andriko di sela Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 di Kantor Bapanas, Jakarta.
Andriko menjelaskan, Health Certificate merupakan dokumen ekspor krusial sebagai jaminan bahwa produk pangan Indonesia aman dikonsumsi dan bebas kontaminan. Sebagai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP), Bapanas bersama jaringan di daerah wajib memfasilitasi pengujian sampel tersebut.
Terkait rencana ekspor beras sebanyak 200.000 ton ke Malaysia, Andriko menyatakan proses pengujian sampel di laboratorium kini telah rampung.
"Proses pengambilan dan pengujian sampel sudah selesai. Kami berkewajiban melengkapi bahan-bahan yang mau diekspor itu menurut standar negara tujuan, baik dari sisi kualitas mutu maupun sertifikat kesehatannya," tambahnya.
Di sisi lain, Perum Bulog kini tengah mematangkan sisi komersial dari rencana ekspor ini. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa proses kerja sama ini sedang memasuki tahap negosiasi harga.
Dalam waktu dekat, Bulog bersama tim Kementerian Pertanian dijadwalkan bertolak ke Sarawak, Malaysia, untuk mengunci kesepakatan volume dan harga final.
"Rencana habis Iduladha ini kami akan ke Sarawak untuk memastikan berapa jumlahnya dan berapa harga pastinya," kata Rizal di Jakarta.
Rizal memastikan, harga jual beras ekspor ke Malaysia ini akan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) domestik. Kebijakan ini diambil sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar keran ekspor mampu mendongkrak perekonomian nasional dan langsung berdampak pada kesejahteraan petani lokal.
"Insyaallah seperti itu (harga ekspor di atas Rp16.000 per kilogram)," pungkas Rizal.
Sebagai informasi, HET beras premium di dalam negeri saat ini berada di kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung pada zonasi wilayah penjualan. (Antara)
Berita Terkait
-
Bulog Tegaskan Penyerapan Gabah Petani Tetap Berlanjut Sepanjang Tahun
-
Stok Beras Aman, Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani per Mei 2026
-
Bapanas Antisipasi Deflasi Pangan 2026: Stok Cabai dan Jagung SPHP Mulai Disalurkan
-
Stok Bulog Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Tidak Naik
-
Bulog Bangun Gudang di Natuna, Jamin Stok Pangan Wilayah Perbatasan
Terpopuler
-
Wamenkeu Pastikan Fiskal RI Aman, Defisit APBN Mei 2026 Hanya 0,7 Persen
-
Bahlil Pangkas Harga LNG Industri Jadi 13 USD demi Cegah PHK
-
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Sebut Ada Pelanggaran Prosedur dan Privasi saat Penangkapan
-
Bulog Tegaskan Penyerapan Gabah Petani Tetap Berlanjut Sepanjang Tahun
-
Wamentan Sudaryono: Indonesia Berkomitmen Hentikan Impor Pangan demi Swasembada
Terkini
-
Wamenkeu Pastikan Fiskal RI Aman, Defisit APBN Mei 2026 Hanya 0,7 Persen
-
Bahlil Pangkas Harga LNG Industri Jadi 13 USD demi Cegah PHK
-
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Sebut Ada Pelanggaran Prosedur dan Privasi saat Penangkapan
-
Bulog Tegaskan Penyerapan Gabah Petani Tetap Berlanjut Sepanjang Tahun
-
Wamentan Sudaryono: Indonesia Berkomitmen Hentikan Impor Pangan demi Swasembada