Matamata.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengapresiasi capaian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Indonesia yang kini menembus angka 5 juta ton. Jumlah ini tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target semula.
Rajiv menilai, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mengeksekusi tugas dari kepala negara. Menurutnya, akselerasi yang dilakukan Kementan melampaui ekspektasi waktu yang diberikan pemerintah pusat.
"Presiden Prabowo memberikan target empat tahun untuk swasembada beras, tetapi Menteri Amran hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa," ujar Rajiv dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Data mencatat produksi beras nasional saat ini mencapai 5,7 juta ton per bulan. Dengan angka tersebut, Rajiv memastikan kondisi pangan Indonesia berada dalam posisi aman untuk jangka panjang.
"Di tengah ketidakpastian global, kita justru aman karena memiliki cadangan pangan yang berlimpah hingga 324 hari ke depan," ungkapnya.
Ia menambahkan, progresivitas Kementan terlihat dari keberhasilan sejumlah program strategis. Mulai dari swasembada jagung dan gula, peningkatan produksi kopi dan kakao, hingga program ekstensifikasi sawah serta optimalisasi lahan. Penyaluran subsidi pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) yang tepat sasaran juga dinilai menjadi kunci keberhasilan saat ini.
Meski mengapresiasi prestasi tersebut, Rajiv memberikan catatan kritis agar jajaran Kementan tidak lengah. Ia memperingatkan adanya ancaman iklim ekstrem El Nino Godzilla yang diprediksi melanda pada tahun 2026.
"Prestasi ini akan diuji oleh kondisi alam yang berubah. Kementan harus siap menghadapi El Nino Godzilla berupa kemarau panjang yang lebih kering, yang berpotensi mengancam produksi pertanian kita," tegas Rajiv.
Ia berharap ketahanan pangan yang sudah terbentuk saat ini tidak goyah akibat bencana iklim, dan meminta Kementan tetap siaga melakukan mitigasi risiko di lapangan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
BGN Perkuat Kerja Sama ASEAN, Bagikan Praktik Terbaik Program Makanan Bergizi Gratis
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
-
Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Wamentan: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Stok Cadangan Beras Pemerintah 2026 Melimpah, Mentan Pastikan Tidak Ada Impor
-
Stok Beras Bulog 2026: Cadangan Nasional 4,8 Juta Ton Aman, Masyarakat Boleh Cek Gudang
Terpopuler
-
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Energi Nasional Stabil, Siapkan B50 untuk Tekan Impor
-
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
-
PT KAI Jamin Kompensasi dan Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
KAI Batalkan Perjalanan KA Parahyangan Dampak Insiden di Stasiun Bekasi Timur
-
Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, DPR Puji Akselerasi Swasembada Pangan Mentan Amran
Terkini
-
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Energi Nasional Stabil, Siapkan B50 untuk Tekan Impor
-
Kelangkaan Obat di Iran Memburuk Akibat Serangan ke Fasilitas Farmasi
-
PT KAI Jamin Kompensasi dan Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
KAI Batalkan Perjalanan KA Parahyangan Dampak Insiden di Stasiun Bekasi Timur
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup