Matamata.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa tidak ada risiko penularan luas terkait Hantavirus. Oleh karena itu, otoritas kesehatan dunia memandang tidak diperlukan adanya kebijakan pembatasan perjalanan (travel restriction).
Kepala Kantor WHO wilayah Eropa, Hans Kluge, menjelaskan bahwa infeksi Hantavirus umumnya bersifat zoonosis atau berkaitan erat dengan paparan lingkungan, bukan penularan antarmanusia secara masif.
"Infeksi Hantavirus umumnya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Meski dalam beberapa kasus bisa berakibat parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia," ujar Hans Kluge melalui akun resminya di platform X, Senin (4/5).
Kluge mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena ancaman virus ini terhadap publik global masih dikategorikan dalam level rendah.
"Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan," tegasnya.
Pernyataan resmi ini menyusul laporan media mengenai adanya tiga orang yang meninggal dunia akibat dugaan wabah Hantavirus di atas kapal MV Hondius. Kapal tersebut diketahui sedang dalam pelayaran dari Argentina menuju Tanjung Verde.
Pihak otoritas kesehatan terus memantau perkembangan situasi di kapal tersebut untuk memastikan protokol sanitasi telah dijalankan sesuai standar internasional. (Antara)
Berita Terkait
-
Kemenkes: WNA di Jakarta yang Berkontak Erat dengan Pasien Hantavirus Dinyatakan Negatif
-
Krisis Medis Gaza Kian Akut, WHO: Stok Obat Habis dan 18 Ribu Pasien Gagal Dievakuasi
-
Sinopsis Black Knight: The Man Who Guards Me, Drama Kim Rae Won bareng Shin Se Kyung dan Seo Ji Hye
-
Umur Sudah Sepuh, Amitabh Bachchan Malah Ngotot Syuting Tanpa Kacamata: Takut Jelek?
-
4 Fakta I Am a Gangster Who Became High School Student, Drama Fantasi Baru Yoon Chan Young
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Susunan Pemain Turki vs Paraguay Piala Dunia 2026: Arda Guler Starter
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara