Elara | MataMata.com
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Iran mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka untuk bernegosiasi. Pernyataan ini muncul di tengah pengetatan blokade Angkatan Laut AS di kawasan strategis Selat Hormuz.

Meski menyebut adanya peluang dialog, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Ia menegaskan akan ada konsekuensi fatal jika Iran mencoba menargetkan kapal-kapal AS yang berada di sekitar selat tersebut.

"Persiapan Amerika sedang berlangsung, semuanya sudah siap, kita bisa menggunakan semuanya!" tegas Trump dalam wawancara bersama Fox News, Senin (4/5/2026).

Sebelumnya pada Minggu malam, Trump resmi mengumumkan peluncuran Project Freedom. Operasi militer ini dirancang untuk mengevakuasi dan membantu kapal-kapal yang terjebak di tengah zona konflik Selat Hormuz.

Di sisi lain, tensi di lapangan dilaporkan memanas. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa militer Teheran berhasil menggagalkan upaya kapal perang AS memasuki Selat Hormuz dengan melepaskan dua tembakan rudal.

Namun, klaim serangan tersebut segera dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Pihak AS menegaskan bahwa operasi tetap berjalan sesuai rencana sejak Senin pagi waktu Timur Tengah.

Untuk mendukung Project Freedom, CENTCOM telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran. Kekuatan tersebut mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat tempur, sistem nirawak multi-domain, serta sedikitnya 15.000 personel militer yang disiagakan di kawasan tersebut. (Antara)

Load More