Elara | MataMata.com
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju ruang jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pidato hangat yang menyoroti kedalaman sejarah hubungan antara Amerika Serikat dan China. Dalam jamuan makan malam kenegaraan yang digelar Presiden Xi Jinping di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis malam, Trump menyebut hubungan kedua negara sebagai salah satu yang terpenting dalam sejarah dunia.

"Hubungan rakyat Amerika dan China telah terjalin sejak masa awal berdirinya AS. Samuel Shaw, Konsul Amerika pertama untuk China, tiba pada 1784. Kala itu, para pedagang China menyebut orang-orang Amerika sebagai 'orang-orang baru'," ujar Trump mengenang awal mula interaksi kedua bangsa.

Trump memaparkan bahwa rasa saling menghormati ini bahkan telah mengakar sejak era para pendiri bangsa Amerika (Founding Fathers). Ia mengungkapkan bahwa Benjamin Franklin pernah menerbitkan kutipan bijak filsuf Konfusius di surat kabarnya. Bahkan, patung filsuf besar China tersebut hingga kini terukir permanen pada fasad gedung Mahkamah Agung AS.

"Kami sangat bangga akan hal itu," tegasnya.

Selain aspek filsafat, Trump mengapresiasi kontribusi fisik warga China dalam pembangunan infrastruktur Amerika, khususnya jalur kereta api transkontinental yang menghubungkan pesisir Atlantik dan Pasifik. Sebaliknya, Trump juga menyinggung peran AS dalam pendidikan di China, termasuk bantuan Presiden Theodore Roosevelt dalam pendirian Universitas Tsinghua—almamater Presiden Xi Jinping.

Dalam nada yang lebih santai, Trump menggambarkan betapa kuatnya pengaruh budaya kedua negara saat ini. Ia menyebutkan kegemaran warga China terhadap bola basket dan celana jin, serta fakta bahwa jumlah restoran China di AS kini melampaui gabungan lima jaringan fast food terbesar di Amerika.

"Rakyat Amerika dan China memiliki banyak kesamaan. Kita menghargai kerja keras, keberanian, dan pencapaian. Kita mencintai keluarga dan negara kita," kata Trump.

Trump meyakini bahwa fondasi perdagangan dan rasa hormat yang telah dibangun selama 250 tahun terakhir akan menjadi modal utama bagi masa depan yang makmur dan damai. Di akhir pidatonya, Trump secara khusus berterima kasih atas sambutan megah dari Presiden Xi Jinping, yang ia sapa sebagai "sahabat".

Sebagai penutup rangkaian kunjungan bersejarah ini, Trump secara resmi mengundang Presiden Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan untuk melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih pada 24 September mendatang. (Antara)

Load More