Matamata.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan P. Mandenas, meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk fokus membenahi kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan agar manfaat program strategis ini semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya peserta didik di Tanah Papua.
Pernyataan ini merespons langkah Presiden Prabowo Subianto yang resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN terhitung sejak 2 Juni 2026. Posisi Dadan kini digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
"Pergantian pimpinan BGN yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari evaluasi. Langkah ini penting untuk memastikan program strategis nasional berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat," ujar Yan Mandenas di Jayapura, Rabu (3/6/2026).
Menurut Yan, perombakan ini menunjukkan bahwa pemerintah responsif terhadap masukan masyarakat serta hasil pengawasan DPR terkait pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Ia mengingatkan bahwa program MBG memiliki peran krusial dalam meningkatkan gizi pelajar demi menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, jajaran pimpinan baru BGN diharapkan bisa langsung bergerak cepat.
"Kami berharap pimpinan baru BGN lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan. Mulai dari penyusunan menu, proses pengolahan makanan, hingga jalur distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat," tuturnya.
Secara khusus, Yan menyoroti tantangan berat pelaksanaan MBG di wilayah Indonesia Timur. Kondisi geografis Papua yang ekstrem dan banyaknya daerah terpencil memerlukan strategi pengelolaan yang efektif agar bantuan tepat sasaran.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, legislator asal Papua ini juga mendorong agar program MBG memberikan dampak instan bagi perekonomian daerah. Salah satu caranya adalah dengan wajib memanfaatkan bahan pangan lokal dari petani dan peternak setempat.
"Kami berharap evaluasi kepemimpinan BGN ini menjadi momentum perbaikan. Pelaksanaan MBG di Tanah Papua harus semakin berkualitas, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat lokal," pungkas Yan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
DPR Ingatkan Hibah Motor Listrik BGN ke Guru Honorer Jangan Jadi Beban Baru
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Libur Sekolah 2026, Makan Bergizi Gratis di Depok Dihentikan Sementara
-
Kejagung Sita Alphard Milik Tersangka Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis
-
Wapres Gibran Tinjau Makan Bergizi Gratis di Ende, Soroti Makanan Dingin dan Kelas Gelap
Terpopuler
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
-
Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Perpeloncoan dan Trauma
-
Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung: Komisi III DPR RI Minta Pelaku Dihukum Berat
Terkini
-
Prabowo Umumkan Peluncuran B50 Juli 2026, Targetkan RI Swasembada Energi
-
Presiden Prabowo di Penas KTNA XVII Gorontalo: Petani dan Nelayan Tulang Punggung RI
-
Anggaran Irigasi Pertanian 2026: Wamentan Sudaryono Targetkan Swasembada Pangan
-
Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Harus Bebas Perpeloncoan dan Trauma
-
Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung: Komisi III DPR RI Minta Pelaku Dihukum Berat