Matamata.com - Deddy Corbuzier menjawab tantangan warganet untuk membuat video soal fenomena Lucinta Luna yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan di mana-mana.
Akhirnya Deddy Corbuzier membuat video singkat berdurasi 4:28 menit untuk membahas tentang hebohnya sosok Lucinta Luna.
Video itu Deddy unggah diakun YouTube pribadinya dengan judul bernada klik bait.
"Lucinta Luna main Mobile Legend (iyalah klik bait)" judul yang dipilih Deddy untuk video tersebut.
Di keterangannya Deddy mengaku membuat video tersebut karena diminta warganet untuk membuat video soal Lucinta Luna.
Namun dalam video tersebut, Deddy tak mengomentari soal Lucinta Luna.
Deddy lebih tertarik membahas soal artis alay yang melakukan berbagai cara agar cepat terkenal.
Tips cepat terkenal ala anak alay
Ia mengawali video yang diunggah pada Senin (2/4/2018) dengan satu pernyataan yang sudah pernah dilontarkan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, seseorang agar cepat terkenal bisa melakukan 4 hal berikut:
"Bebancian, Nari alay tak berhenti-henti, bikin settingan dan gr*p*-gr*p*an," sebutnya.
Pandangan soal transgender
Bapak satu anak ini menjelaskan soal keberadaan transgender yang sudah ada sejak lama di Indonesia.
Ia bahkan menyebutkan seorang publik figur yang merupakan seorang transgender yakni Bunda Dorce.
Lalu ia memamarkan kemunculan Bunda Dorce yang dulu diterima baik publik karena memang menunjukkan karya-karyanya.
Karya-karyanya itulah yang membuat Dorce Gamalama terkenal.
Sementara itu, sekarang transgender dijadikan bahan bully-an warganet karena kemunculannya diduga penuh dengan settingan.
Settingan membuat seseorang terkenal
Lagi-lagi Deddy menekankan fenomena Lucinta Luna ini membuktikan bahwa cara settingan bisa membuat seorang menjadi terkenal.
Meskipun Deddy tak menyebutkannya secara terang-terangan itu untuk Lucinta Luna.
Media gunakan artis yang bersangkutan demi ratting
Deddy mengungkapkan media dan artis yang bersangkutan sama-sama menarik keuntungan dari sebuah fenomena itu.
Media mendapatkan ratting yang tinggi karena menghadirkan sosok yang kontroversial.
Artisnya pun demikian, semakin dibuat terkenal.
Mengapa bisa menaikkan ratting?
Ia membeberkan satu fakta mengapa fenomena kontroversial sangat diminati penonton terutama di Indonesia.
Ada beberapa tipe penonton menurutnya yang membuat ratting televisi tingga.
Pertama penonton yang memang alay yang peduli dengan fenomena tersebut.
Namun ada juga tipe penonton yang sebenarnya tidak peduli bahkan cenderung benci juga ikut menonton untuk ikut membully sosok itu.
Ia juga mengungkap mengapa banyak orang yang rela dihina agar terkenal, meskipun akhirnya memang bisa menghasilkan uang dari acara tv, satu contohnya.
Deddy Corbuzier pun memberikan pesan untuk stop membuat orang bodoh menjadi terkenal.
Lebih dari itu, Deddy memberikan pesan menohok agar orang-orang berhenti membuat diri kita bodoh demi popularitas.
Pesan itu bersifat umum, bukan secara khusus disampaikan kepada Lucinta Luna atau artis siapa pun.
Berita Terkait
-
PP Tunas Berlaku 28 Maret: Daftar Platform Digital yang Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak
-
LMKN: Platform Digital Wajib Bayar Royalti Musik, Kreator Konten Tidak Dibebani
-
Resmi! Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier
-
Awalnya Dijodoh-jodohkan Deddy Corbuzier, Jirayut dan Halda Pamer Kemesraan: Aduh Tatapan Matanya
-
Wajah Baru Sarwendah setelah Oplas malah Banjir Cibiran: Padahal Cantik Pas Natural
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo