Matamata.com - Kiprah Hanung Bramantyo dalam industri perfilman Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Terbaru, ia mengadopsi cerita dari novel best seller Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
Dalam momen media visit, Hanung Bramantryo membeberkan bahwa dirinya memang menyukai sejarah sejak lama.
Bahkan saat masih sekolah, ia mengaku menyukai mata pelajaran sejarah.
Bukan tanpa alasan, rupanya Hanung Bramantyo menyukai sejarah karena sosok gurunya.
Ya, mata pelajaran sejarah terasa mengasyikkan bagi Hanung karena sang guru bisa menyampaikan dengan cara yang tepat.
"Karena kalau dia ngajar sejarah seperti didongengin," kata Hanung Bramantyo.
"Itulah kenapa saya suka sejarah," imbuhnya.
Karena hal itu pula, Hanung Bramantyo juga menyukai film sejarah.
"Kenapa aku suka film sejarah, karena ada story dibalik tokoh sejarah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Garap Film 'Children of Heaven Versi Indonesia', Hanung Bramantyo Tak Ingin Eksploitasi Kesedihan
-
Simpan Topeng Emas dan Jejak Prasejarah, Menbud Fadli Zon Siapkan Wajah Baru Situs Pasir Angin
-
Fadli Zon: The Palace Museum Jadi Rujukan Pelestarian Warisan Sejarah Berkelanjutan
-
Uji Publik Penulisan Ulang Buku Sejarah Dimulai 20 Juli, Fadli Zon: Saatnya Kritik Disampaikan Lewat Forum Resmi
-
Indonesia Resmi Gabung BRICS, Seskab: Ini Sejarah Baru Diplomasi Global
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo