Matamata.com - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) kini sedang menjadi buah bibir berbagai kalangan, termasuk para selebriti.
Krisdayanti sendiri mengaku resah dengan adanya kontroversial RKUHP yang kini sedang terjadi.
"Ya pastilah, pasti (resah)," ujar Krisdayanti saat ditemui awak media.
"Undang-undang yang dibuat untuk kebaikan seluruh masyarakat Indoensia," imbuhnya.
Krisdayanti sendiri mengaku bahwa banyak hal yang harus dipertimbangkan saat akan membuat sebuah undang-undang.
"Banyak elemen-elemen yang harus diupayakan untuk sensitive gender. Jadi kayaknya bakal perlu waktu, karena memang mengingat Indonesia majemuk banyak agama nggak bisa hanya menilai bahwa yang diutamakan agama satu aja. Jadi kalau kita bicara tentang permasyarakatan, disitu ada lapisan masyarakat, ada berbagai agama yang harus dihormati disitu," pungkasnya.
"Nanti dilihat, yang penting buat saya kalau kita mau merevisi sebuah lembaga apalagi undang-undang kan nggak bisa sendiri," tutupnya.
Berita Terkait
-
Berlaku Mulai Hari Ini, Simak Poin Penting KUHAP Baru dan Harapan DPR RI
-
Rayakan Ultah ke-50 Tahun, Kris Dayanti Dapat Kado Mewah dari Ameena
-
Kris Dayanti Tak Dikenali Cucu saat Tak Pakai Make Up: Kelihatan Lebih Muda
-
Ameena Dijemput Atta dan Aurel Naik Bajaj, Krisdayanti Komentar Kocak
-
Azriel Dihujat karena Beda Perlakuan ke KD dan Ashanty, Anang Hermansyah Pasang Badan
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo