Matamata.com - Dinda Kirana menyoroti pasal-pasal yang tertuang dalam RUU KUHP. Dara cantik itu tidak setuju dengan adanya pasal yang berisi larangan perempuan pulang larut malam.
Perempuan 24 tahun itu dengan tegas menolak adanya pasal tersebut.
"Paling aku nggak setuju itu yang aku denger wanita dilarang bekerja sampai malam. Mungkin banyak yang nggak setuju juga karena sekarang emansipasi wanita. Wanita itu nggak bisa dibedain sama cowo juga kan (zaman sekarang)," kata Dinda Kirana saat dijumpai di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa (24/9/2019) malam.
Walau tujuan pemerintah baik untuk melindungi kaum perempuan, namun menurut Dinda Kirana aturan itu tidak relevan digunakan di zaman sekarang.
"Kalau misalkan kita lihat dari perspektifnya orang pemerintah, mungkin aja itu dibikin untuk melindungi perempuan dari kejahatan-kejahatan di luar gitu. Sampai didenda segala. Dan banyak loh wanita itu jadi tulang punggung keluarga jadi menurut aku dibikin lebih bijaksana," jelasnya.
Selain itu Dinda Kirana takut RUU KUHP disahkan bisa membatasi lapangan pekerjaan untuk kaum perempuan.
"Takutnya berdampak ke lapangan kerjanya wanita sendiri. Jadi kasihan juga sama kita-kita seorang wanita gitu,” ungkapnya.
Dinda Kirana memberikan solusi agar pemerintah bisa lebih memperketat soal keamanan bukan mengekang pihak wanita.
"Mungkin kalau misalnya keamanan yang diperketat keamanannya jangan dibatasi lapangan pekerjaan wanitanya gitu sih," ucapnya. (Revi Cofans Rantung)
Berita Terkait
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
-
Berlaku Mulai Hari Ini, Simak Poin Penting KUHAP Baru dan Harapan DPR RI
-
6 Rekomendasi Tas Wanita Brand Lokal yang Premium dan Terjangkau
-
Dinda Kirana Semakin Percaya Diri Usai Operasi Plastik di Korea Selatan: Saya Lebih Bahagia dengan Diri Sendiri
-
Ashira Zamita, Ogah Nikah Muda Karena Menjadi Saksi Kengerian Pernikahan yang Dialami Sang Kakak
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
-
Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo