Matamata.com - Indra Tarigan membantah dirinya menghina putri Nikita Mirzani, Laura Meizani Mawardi alias Loly. Indra mengaku bahwa sebelum berprofesi sebagai seorang pengacara ia merupakan seorang guru dan penyayang anak kecil.
"Saya ini dulu guru sekolah Minggu, sewaktu belum jadi pengacara. Saya pencinta anak-anak, sayang sama anak-anak. Saya tidak mungkin nyerang duluan," kata Indra Tarigan, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakaerta Selatan, Selasa ( (26/11/2019).
Tuduhan menghina melalui sebuah foto di Instagram, Indra Tarigan mengaku akunnya diretas oleh orang yang tak bertanggung jawab. Bahkan orang tersebut sudah dilaporkannya ke polisi.
"Masalah Instagram kan saya juga laporin yang nge-hack Instagram saya, sehingga tidak bisa ngapa-ngapain Instagram saya," ungkapnya.
Sehingga ketika Nikita Mirzani menyebutnya memulai perselisihan, Indra Targian menampik tuduhan itu.
"Kalau masalahnya menyerang duluan, masyarakat sudah pintar, jago melihat siapa yang duluan. Saya tidak pernah menyerang dia," ujarnya.
Seperti diketahui, Nikita Mirzani melaporkan Indra Tarigan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penghinaan terhada putrinya, Loly. Kabarnya, Indra mengambil foto Loly dari Instagram dan ditambahkan kata-kata yang tak pantas. (Evi Ariska)
Berita Terkait
-
PP Tunas Berlaku 28 Maret: Daftar Platform Digital yang Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak
-
DPR Desak Pemerintah Sanksi Tegas Meta: Kepatuhan Berantas Judi Online Tak Sampai 30 Persen
-
Reza Gladys Melawan di Persidangan, Bikin Nikita Mirzani dan Pengacara Terdiam
-
Siap Bongkar Fakta di Persidangan, Nikita Mirzani Hadapi Bos Skincare Reza Gladys
-
Ariel Tatum Tak Tertarik Buat Konten Eksklusif di Instagram, Ini Alasannya
Terpopuler
-
Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah, Dukung Said Iqbal Atasi Kasus 8.300 PHK Karyawan PT Freeport Indonesia
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo