Matamata.com - Atas pembelaan Kriss Hatta dalam kasus penganiayaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan replik atau tanggapan.
Di dalam replik, jaksa menyebut pemukulan terhadap korban Antony Hillenaar tak akan terjadi jika Kriss memilih menghindari pertikaiannya dengan Sandy di klub malam.
Di persidangan, Kriss Hatta hanya tersenyum kecut mendengar hal itu. Selepas sidang, dia mengatakan tidak mungkin menghindari konflik karena bukan laki-laki pengecut.
"Kan gue laki gitu, kecuali gue 'semlehoi' ya boleh kabur," kata Kriss Hatta sembari menirukan gerak badan dan suara waria usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).
Kriss Hatta juga mengatakan saat itu dirinya terus diserang oleh beberapa orang. Bahkan setelah ia dan kekasihnya Rachel berusaha kabur menghindar, ia tetap dikejar dan harus membela diri.
"Gue tadi denger kalau bisa kan Kriss kabur bersama dengan Rachel saat kejadian. Ya kalau misalnya bisa kabur ya kabur, cuma masalahnya teman pelapor kan menyerang saya terus, di lobi dia juga nyerang," katanya menjelaskan.
Hal tersebut yang membuat Kriss Hatta dan Rachel tak bisa menghindari konflik sehingga terjadilah insiden pemukulan.
"Yaudah gimana mau kabur, mau nggak mau harus membela diri dong," ujar Kriss Hatta.
Berita Terkait
-
Video CCTV Penganiayaan Anak Aghnia Punjabi Diungkap: Biadab Kamu Sus
-
Pierre Gruno Stres Ditahan dan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan
-
Pierre Gruno Resmi Ditahan, Terancam 5 Tahun Penjara Kasus Penganiayaan
-
Pierre Gruno Jadi Tersangka usai Aniaya Lansia, Kebawa Peran Antagonis di Sinetron?
-
Profil Pierre Gruno, Aktor Senior Terseret Dugaan Penganiayaan
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo