Matamata.com - Ruben Onsu turut menanggapi ihwal pelaku penghinaan terhadap Betrand Peto masih di bawah umur.
Menurut Ruben, penghina Betrand Peto bukan cuma satu orang. Dia menyebut pelaku lain ada yang sudah dewasa dan berkeluarga.
"Saya itu melakukan kewajiban saya sebagai warga negara dan nggak di bawah umur aja kok, banyak mereka-meraka yang sudah berkeluarga, sudah dewasa itu banyak," kata Ruben Onsu di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).
Kendati begitu, lelaki kelahiran 15 Agustus 1983 ini enggan menyebutkan berapa jumlah pelaku sebenarnya. Kata dia, biar pihak kepolisian yang mengungkap.
"Ya pokoknya nanti semuanya tau," ujarnya.
Sementara, Ruben Onsu mengungkap dirinya bakal jalani pemeriksaan terkati kasus penghinaan sang putra pada pekan depan.
"Jadi sekarang perkembangannya baru pemanggilan saksi dan minggu depan saya pemanggilan saksi selaku orang tua dari Betrand," katanya.
Sebelumnya, kuasa hukum Betrand Peto, Lena Simanjuntak mengatakan identitas pelaku sudah diketahui. Hanya saja, dia tak bilang secara gamblang apakah pelaku sudah ditangkap atau belum. Yang mengejutkan, pelaku masih di bawah umur.
"Masih anak-anak lah, masih di bawah umur," kata Lena usai pemeriksan di Polda Metro Jaya, Rabu (15/1/2020).
Seperti diketahui, manajemen Betrand Peto melaporkan beberapa akun media sosial yang dianggap telah menghina artisnya itu ke Polda Metro Jaya. Salah satu bentuk penghinaanya adalah wajah Betrand diubah menjadi wajah kera. (Evi Ariska)
Berita Terkait
-
Betrand Peto Raih Juara 2 di Badminton 'Sportstive+'
-
Ruben Onsu Batal Berangkat Haji karena Visa Furoda, Tetap Ikhlas dan Serahkan pada Kehendak Allah
-
42 Tahun Terpisah, Ruben Onsu Akhirnya Dipertemukan Kembali dengan Keluarga Arab dari Pihak Ibunda
-
Profil Aqila Zhavira, Pacar Betrand Peto yang Sudah Dekat dengan Keluarga
-
Ruben Onsu Ungkap Kisah Hijrah dan Doa yang Selalu Dipanjatkan Sejak Menjadi Mualaf: Saya Hanya Ingin Ketenteraman Batin
Terpopuler
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo