Matamata.com - AKBP Irwan Susanto, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menjelaskan alasan belum melimpahkan berkas kasus Nikita Mirzani ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel). Padahal berkas tersebut sudah dinyatakan lengkap.
"Kami Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan saat ini sudah mendapat surat lengkap dari kejaksaan. Artinya kami punya kewajiban untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti," kata AKBP Irwan Susanto di kantornya pada Selasa (28/1/2020).
"Namun pada saat kemarin kami akan melakukan penyerahan, tersangka NM itu mengirimkan surat sakitar tanggal 23 Januari. Kemudian dalam surat sakit itu sampai tanggal 30 Januari," sambungnya lagi.
Surat tersebut telah terlampir keterangan dari medis bahwa kondisi Nikita Mirzani tidak memungkinkan buat diserahkan ke Kejari Jaksel.
"Artinya kami secara kemanusiaan, kami lebih menghargai kepada surat tersebut yang kami yakini surat tersebut adalah autentik dan dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang. Artinya medis, dokter," ucap AKBP Irwan Susanto.
Dia memastikan penyidik terus memantau kesehatan Nikita Mirzani hingga Kamis (30/1/2020).
"Namun pada saat ini kami tetap memantau, melihat sejauh mana kegiatan dari tersangka NM," tuturnya.
Seperti diketahui, Nikita Mirzani resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief.
Berita Terkait
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
-
Yusril Dukung KPK Usut Kasus Korupsi Imigrasi Rp145,5 M yang Seret Silmy Karim
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen
-
Kondisi Kesehatan Menurun, Polda Metro Jaya Tunda Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee
-
Jadi Korban KDRT, Ratu Meta Geram Suami Tak Kunjung Ditahan: Sudah Tersangka
Terpopuler
-
Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Batu Bara PLTU Sudah Aman dan Lancar
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
Didukung Sang Bunda, Jirayut jadi Pemeran Utama di Film 'Cek Khodam'
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menko AHY: Penerbangan RI Mulai Gunakan SAF di 2027 demi Tekan Emisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo