Matamata.com - Dwi Sasono tidak diizinkan untuk memegang handphone. Hal ini ditegaskan oleh pihak Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur bahwa setiap pasien yang menjalani rehabilitasi tidak diperkenankan memegang alat komunikasi termasuk telepon seluler.
"Terkait masalah komunikasi pada prinsipnya setiap pasien di RSKO yang rehabilitasi tidak diperkenankan untuk memegang HP," kata Direktur Utama RSKO Jakarta, dr. Azhar Jaya, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2020).
Pihak RSKO baru bisa mengizinkan Dwi Sasono dan pasien lainnya menggunakan telepon seluler saat pihak keluarga tidak bisa datang di acara kunjungan keluarga. Itu pun alat komunikasi difasilitasi oleh pihak RSKO.
"Misalnya pada saat jam kunjungan ternyata keluarganya tidak datang dan sebagainya kita perkenankan kita fasilitasi untuk menghubungi keluarganya," tuturnya.
Namun fasilitas tersebut diberikan selama si pasien telah menjalani prosedur yang telah ditetapkan RSKO dan mendapat izin langsung dari dokter.
"Sepanjang dia patuh mengikuti prosedur, kedua ada persetujuan dari dokter penanggung jawabnya," ucapnya. (Ismail)
Berita Terkait
-
Anya Geraldine Punya Hikmah Usai Bintangi Film 'Mendadak Dangdut', Makin Sayang Orang Tua
-
Film Keluarga Super Irit, Adaptasi Komik Laris Korea Selatan Dibintangi Keluarga Dwi Sasono
-
Biodata dan Agama Dwi Sasono, Pemain Paling Jago di Bahkan Voli
-
4 Karakter Utama di Film Budi Pekerti, Bakal Tayang di Toronto International FIlm Festival
-
Cerita Horor Dwi Sasono yang Debut Jadi Sutradara
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo