Matamata.com - Sebelum meninggal dunia, Gitaris Orkes Moral Pengantar Minum Racun atau PMR, Budi Padukone, begitu semangat mengeluarkan album baru. Hal itu diungkap oleh personel lain PMR, Yuri Mahippal. Dia mengatakan, para personel PMR memang sempat berkumpul baru-baru ini.
"Terakhir kita ketemu itu di base camp karena lagi pandemi ini kita juga lebih fokus untuk berkarya," kata Yuri di rumah duka kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2020).
Menurut Yuri, Budi adalah personel yang paling semangat PMR merilis album. "Harapan dia pengen cepet pandemi selesai dia bilang 'kalau bisa kita jangan ngeluarin single, kita bikin album'. Saya bilang 'boleh banget'," ujar Yuri.
Diungkap Yuri, materi untuk album baru sudah ada. Mereka tinggal memoles dan merekamnya di studio. Album tersebut diproyeksian dilepas di pasaran pada akhir tahun ini. Tapi takdir berkata lain, Budi keburu dipanggil Tuhan untuk selama-lamanya. "Lagu sih sudah ada tinggal kita kulik sebentar dan diaransemen sedikit-sedikit," ujarnya.
Yori tak tahu kapan akan merilis album baru PMR setelah Budi meninggal dunia. "Belum tau ya (album teebaru OM PMR) akan jalan atau tidak. Yang pasti para personel yang lain mendukung niat baik almarhum," ucap dia.
Budi Padukone meninggal dunia pada Senin (5/10/2020) sekitar pukul 16.15 WIB dalam perjalanan ke rumah sakit. Jenazahnya kini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Radio Dalam, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Para pelayat melantunkan surat Yasin serta bacaan tahlil. [Herwanto]
Berita Terkait
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata
-
Rekor Baru! Belanja Militer Global 2025 Tembus US$2,89 Triliun
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
Bahlil hingga M. Qodari Buka Suara Soal Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Senin Ini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo