Matamata.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan kabar penangkapan salah satu pemain sinetron Dari Jendela SMP. Ia dibekuk atas kasus penyalahgunaan narkoba. "Ya (penangkapan artis kasus narkoba)," kata Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi MataMata.com, Minggu (18/10/2020).
Diungkap oleh Kombes Pol Yusri Yunus, identitas artis tersebut adalah seorang laki-laki. "Saya nggak sebut nama ya, inisialnya. RR ya, siapa sih itu ya yang (pemain) sinetron," imbuhnya.
Meski demikian dia berjanji akan segera membeberkan kronologi termasuk barang bukti dari hasil penangkapan tersebut. Berdasarkan inisial yang disebutkan Kombes Pol Yusri Yunus, salah satu pemain Dari Jendela SMP yang berinisial RR adalah Renald Ramadhan.
Kabar dugaan penangkapan dari lelaki yang pernah dekat dengan Dinda Hauw itu pun ramai diperbincangkan netizen media sosial. Salah satunya yang ramai di postingan akun gosip @pembasmii.kehaluan.reall
"Kaget, nggak nyangka, padahal alim bener," tulis @iggyzaliaaa. "Pantesan pas dia main di jendela smp kayak pucet mukanya padahal pas di cinta suci dia seger," kata @ahmadaryaa.r.
Sebelumnya, kabar penangkapan pesinetron Dari Jendela SMP ini telah dibenarkan Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Indra Tarigan. Sang aktor ditangkap di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.
"Iya (ditangkap) artis siapa itu ya yang main (sinetron) Dari Jendela SMP," ujar Kompol Indra Tarigan saat dihubungi Suara.com, Minggu (18/10/2020).
"(Kronologi penangkapan) saya kurang tahu, karena yang nangkap itu dari Dit (Direktorat) Narkoba PMJ (Polda Metro Jaya)," tuturnya.
MataMata.com terus mencoba mengkonfirmasi kepada pihak Renald Ramadhan mengenai isu penangkapan ini hingga artikel ini diturunkan. [Rena Pangesti]
Tag
Berita Terkait
-
Polda Metro Siagakan 585 Personel Amankan Kunjungan Presiden Jerman di Jakarta
-
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi
-
Mualem Kecam Pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya, Desak Kapolri Turun Tangan
-
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Segera Periksa Sejumlah Ahli
-
Rocky Gerung Bela Dokter Tifa di Polda Metro: Meneliti Itu Metodologi, Bukan Penghinaan!
Terpopuler
-
Kepala Bakom RI: Makan Bergizi Gratis Mandat Rakyat, Tak Bisa Dihentikan
-
Pengamat Sayangkan Pembubaran Diskusi Pejabat Negara di UGM: Kampus Harus Jadi Ruang Dialog
-
Kanselir Jerman Friedrich Merz: Eropa Siap Dialog Damai Soal Ukraina
-
Ukraina Klaim Serangan Militernya Pangkas Produksi Minyak Rusia ke Level Terendah
-
Batas Akhir MagangHub Kemnaker 18 Juni, Ini Syarat Pencairan Uang Saku
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo