Matamata.com - Sendy Mamahit mencoba melebarkan sayapnya dengan membuka sebuah butik baju preloved yang premium quality dengan harga yang murah. Awalnya, pesinetron tersebut ingin menjual sebagian pakaian yang ada di dalam lemarinya yang terlihat banyak dan sudah jarang dipakai.
"Akhirnya jual baju preloved milik pribadi secara online di Instagram, dari baju yang awal belinya ratusan ribu sampai jutaan rupiah dijual drastis super murah. Rata-rata semua di bawah Rp 150 ribu," ungkapnya saat di temui di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Melihat respon yang baik, dia pun kepikiran buat membuka butik. Pasalnya lokasi tempat tinggalnya saat ini jauh dari Ibu Kota.
"Karena responnya untuk berjualan onlinenya bagus dari para calon pembeli. Akhirnya berpikir untuk melanjutkan berjualan baju preloved yang premium quality," tutur Sendy Mamahit.
"Dan karena posisi saat ini tinggal di Serang Banten yang notabene jarang ada tempat yang berjualan baju modis yang sedikit terbuka, maka muncul ide untuk buka butik sekalian," sambungnya lagi.
Namun jelang pembukaan butik, musibah kecil terjadi. Anak keduanya, Shayna Kyla Purnama mendadak mengalami demam tinggi dan berujung kejang-kejang.
"Saya dan suami sedang siap-siap merapikan semua persiapan untuk acara, tiba-tiba anak saya bangun manggil saya. Pas saya gendong badannya langsung kejang, mata ke atas dan tubuh juga kaki kaku," tuturnya.
"Saya langsung lari menggendong anak saya dan teriak histeris bawa anak ke suami saya. suami langsung sigap gendong anak saya dan dengan cepat bergerak naik kendaraan roda dua dibonceng tukang yang tengah merapikan dekorasi untuk acara," imbuhnya.
Sang suami, Muharam Purnama langsung membawa putri kecilnya ke rumah sakit yang kebetulan tidak jauh dari lokasi acara untuk segera mendapat pertolongan.
"Jadi dalam waktu tiga menit anak kami sudah ditanganin oleh dokter di ruang UGD. Saya yang tidak ikut ke rumah sakit hanya menangis kencang di rumah. Memberanikan diri hingga akhirnya saya pun ke rumah sakit. Melihat kondisi anak yang sudah tertolong karena sudah tidak kaku & biru lagi," jelasnya.
Awalnya Sendy Mamahit ingin membatalkan pembukaan acara butiknya karena tidak tega meninggalkan buah hatinya. Namun karena suami meyakinkan akhirnya acara tetap berjalan.
"Setidaknya untuk berdoa potong pita dan tumpeng tetap dilaksanakan untuk syarat ataupun mengesahkan di bukanya Sendy Mamahit Collection Boutique ini. Awalnya saya masih menolak tapi karena suami meyakinkan untuk melanjutkan acara. Akhirnya saya pulang siap-siap walau acara ngaret mulai sekitar jam 5 sore," ucapnya.
"Tapi alhamdulillah saya tetap menjalankannya sebentar dan setelah itu kembali lagi ke rumah sakit untuk menjaga anak saya hingga pulih. Kurang lebih tiga hari di rumah sakit. Banyak juga teman-teman yang tidak jadi datang karena melihat postingan instagram saya di rumah sakit bersama anak saya. Dipikirnya tidak jadi," tutup Sendy Mamahit.
Berita Terkait
-
Dukung Pembangunan Daerah, HIPMI Banten Gelar Rakerda hingga Forbisda 2026
-
Menteri LH Percepat Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Rp1 Triliun di Banten
-
OTT KPK di Banten: Kejagung Benarkan Salah Satu Terduga Tersangka Berstatus Jaksa
-
KPK Sita Pabrik dan 13 Pipa Gas di Cilegon Terkait Kasus Korupsi Jual Beli Gas PGN
-
Ratusan Bungkus Rokok Ilegal Disita di Pasar Serang, Bea Cukai Telusuri Pelanggaran
Terpopuler
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Australia hingga Brasil Antre Minta Pupuk ke Indonesia
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Lompatan Besar di Agustus 2026
-
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
-
Kemenhaj Siapkan 15 Juta Porsi Makanan Khas Nusantara untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Prabowo Minta TNI-Polri Bersih-bersih Institusi: Jangan Ada yang Backing Judi dan Narkoba
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo