Matamata.com - Pada Senin (5/4/2021), Miss Landscape Indonesia 2019, Era Setyowati atau Sierra didampingi kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Kedatangan Era dan pengacaranya adalah untuk mengadukan dugaan penelantaran anak dari seorang laki-laki berinisial M yang diduga seorang Profesor Guru Besar Perguruan Negeri di Bandung dan Komisaris salah satu BUMN di Tanah Air.
"Dia ini berkenalan dengan seorang guru besar, Prof M guru besar di perguruan tinggi negeri favorit di Bandung. Mr M ini juga komisaris independen di BUMN terkemuka," kata Razman Arif di KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2021).
Sierra menuntut nafkah si buah hati dalam pengaduannya. Dia ingin diduga Prof M membiayai bayi mungilnya hingga selesai pendidikan di bangku kuliah.
"Iya nafkah. Apa yang dia (Prof M) sampaikan itu kelihatannya tidak sampai ke perguruan tinggi. Yang ditawarkan itu hanya sampai TK saja itu," ungkap Razman.
Lebih lanjut, diduga Prof M sendiri sudah mengakui darah dagingnya dengan Sierra. Komunikasi telah terjalin dari ke dua belah pihak, tapi keduanya tidak menemui titik temu.
"Kan dia (Prof M) sudah datang ke kantor saya. Rangkaian peristiwa hukumnya sudah dapat, pengakuan kan. Bukti salah satunya pengakuan, dia datang dan sudah tawarkan mediasi untuk biaya anak ini cuma caranya nggak tepat," terangnya.
Razman mengungkap kalau sejak 2018 lalu, Sierra sudah menikah siri dengan diduga Prof M. Mereka dikaruniai anak yang masih berusia delapan bulan dari pernikahan tersebut
"Melahirkan anak bernama Galia, disalah satu rumah sakit di Jakarta. Dan itu ada datanya, Prof M ini datang menghantar biaya, ke rumah sakit itu dan sempat tidur menemani di rumah sakit itu," kata Razman membeberkan.
"Waktu itu melahirkan cesar, ada foto dan videonya, kemudian ada foto dia tidur dengan Galia," ungkap Razman.
Berita Terkait
-
KPAI Desak Investigasi Menyeluruh Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Jaktim
-
KPAI Desak DPR Segera Bahas RUU Pengasuhan Anak, Soroti 25 Kasus Filisida Sepanjang 2025
-
KPAI Desak Pemerintah Tutup Gim Kekerasan: Anak Bisa Jadi Korban Nyata
-
KPAI Siapkan Modul Perlindungan Anak untuk Kurikulum Sekolah Rakyat
-
Ibu Sandrina Michelle Tuding Anaknya Dicuci Otak Hingga Bersikap Keterlaluan: Saya Bakal Lapor KPAI
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo