Matamata.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tengah menyusun modul pengasuhan dan perlindungan anak yang akan diintegrasikan dalam kurikulum Sekolah Rakyat berbasis asrama. Inisiatif ini bertujuan memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.
“Kami mendampingi penyusunan kurikulum untuk Sekolah Rakyat. Salah satu bagian penting yang kami kembangkan adalah pengasuhan anak, yang kini sedang difinalisasi dan akan masuk dalam pedoman resmi,” ujar Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, usai berdialog dengan anak-anak di Jakarta, Kamis (11/7).
Solihah menanggapi kekhawatiran soal potensi kekerasan antar anak di lingkungan asrama, di mana interaksi intens antar sebaya kerap memunculkan konflik seperti perundungan.
Ia menjelaskan bahwa anak-anak di Sekolah Rakyat akan tinggal bersama layaknya keluarga, sehingga pendidikan karakter, seperti nilai saling menghargai, menjadi bagian penting dalam keseharian mereka.
“Itulah mengapa kami memasukkan unsur perlindungan anak ke dalam sistem pengasuhan yang diterapkan di sekolah-sekolah ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa modul tersebut akan diluncurkan resmi bersama Kementerian Sosial pada akhir bulan ini. Tujuannya adalah memastikan Sekolah Rakyat menjadi ruang yang aman bagi anak-anak, serta meminimalkan risiko kekerasan sejak dini.
“Karena banyak dari anak-anak ini berasal dari keluarga yang memiliki akses terbatas terhadap pendidikan berkualitas. Maka dari itu, perlindungan anak dalam sistem pengasuhan dan pendidikan menjadi sangat penting,” jelas Solihah.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah meninjau simulasi Sekolah Rakyat yang berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Juli 2025. Dalam simulasi tersebut, para siswa menjalani aktivitas 24 jam penuh di asrama.
Sekolah Rakyat merupakan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung anak-anak dari keluarga miskin dan sangat miskin. Sekolah berbasis asrama ini digratiskan dan akan menerima siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Tahun ini, sebanyak 100 lokasi Sekolah Rakyat akan dibuka secara bertahap di seluruh Indonesia. Sebanyak 63 lokasi dijadwalkan mulai beroperasi pada 14 Juli, sedangkan 37 sisanya akan menyusul pada akhir bulan. (Antara)
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia di Cilacap, Dorong Pembangunan Berperspektif Gender
-
PP Tunas Berlaku 28 Maret: Daftar Platform Digital yang Belum Patuh Aturan Perlindungan Anak
-
KPAI Desak DPR Segera Bahas RUU Pengasuhan Anak, Soroti 25 Kasus Filisida Sepanjang 2025
-
KPAI Desak Pemerintah Tutup Gim Kekerasan: Anak Bisa Jadi Korban Nyata
-
Ibu Sandrina Michelle Tuding Anaknya Dicuci Otak Hingga Bersikap Keterlaluan: Saya Bakal Lapor KPAI
Terpopuler
-
Bahlil Gandeng Swasta Cari Formulasi Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia
-
Investasi Rp3 Triliun, Pemerintah Bangun Proyek PSEL di Makassar untuk Olah Sampah Aglomerasi
-
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
-
Wapres Gibran Dukung Pawai Paskah GMIT Masuk Agenda Wisata Rohani Nasional
-
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina
Terkini
-
Bahlil Gandeng Swasta Cari Formulasi Harga BBM Nonsubsidi di Tengah Lonjakan Minyak Dunia
-
Investasi Rp3 Triliun, Pemerintah Bangun Proyek PSEL di Makassar untuk Olah Sampah Aglomerasi
-
Menko PMK: Kebijakan NTA Penting untuk Jamin Kesejahteraan Generasi Sandwich
-
Wapres Gibran Dukung Pawai Paskah GMIT Masuk Agenda Wisata Rohani Nasional
-
Ketua MPR dan Ketum Muhammadiyah Bahas Tantangan Geopolitik hingga Dukungan untuk Palestina