Tinwarotul Fatonah | MataMata.com
Atalarik Syach minta maaf. (Youtube/AtalarikSyach)

Matamata.com - Atalarik Syach kecewa atas eksekusi mantan istrinya, Tsania Marwa beberapa waktu ke rumahnya. Kakak kandung Teddy Syach ini pun membuat surat terbuka atas aksi penjemputan anak yang dilakukan Tsania Marwa bersama dengan Pengadilan Agama Cibinong dan Polres Cibinong.

"Surat terbuka ini saya sampaikan karena masalah rumah tangga saya sudah menjadi konsumsi publik. Dimulai dari perceraian saya dengan mantan istri saya yang melakukan tindakan Nusyuz hingga saat ini berujung perebutan hak asuh anak," tulis Atalarik Syach dikutip dari instagram pribadinya, Senin (3/5/2021).

"Alhamdulillah, anak-anak dengan kuasa Allah SWT dan atas kemauan mereka sendiri hanya mau tinggal bersama saya, Bapak mereka," sambungnya sambil mengunggah foto kebersamaannya bersama anak.

Baca Juga:
Tsania Marwa Nangis, Atalarik Syach: Air Mata TikTok Tak Dipakai Keluargaku

Postingan Atalarik Syach. (Instagram/@ariksyach)

Atalarik menjelaskan, ketidakhadirannya saat eksekusi berlangsung dikarenakan ia sedang bekerja. Ia pun mengaku sebetulnya sudah pasrah anak-anaknya akan dibawa Tsania Marwa meski keberatan dengan kata 'eksekusi' yang menurutnya lebih lazim digunakan untuk penjahat.

"Sedih dan miris hati saya membayangkan anak-anak saya akan dieksekusi. Selain istilah yang tak lazim karena lebih tepat diperuntukkan kepada benda daripada manusia, saya juga tidak mau kehadiran saya membingungkan anak-anak untuk mengambil keputusan," tuturnya.

Keramaian yang ditimbulkan saat penjemputan disebut Atalarik Syah juga merendahkan martabatnya di lingkungan rumah. Ia mengibaratkan dirinya sudah seperti tersangka teroris atau narkoba.

Baca Juga:
Tsania Marwa Bertahan di Rumah Atalarik Syach, Masih Sulit Bawa Pulang Anak

"Tindakan tersebut bagai tindakan penggerebekan sarang narkoba atau teroris. Anak-anak saya justru akan dieksekusi dari rumah mereka sendiri," ujarnya.

Postingan Atalarik Syach. (Instagram/@ariksyach)

"Seharusnya dapat dibedakan bukan seperti eksekusi tanah/barang dengan mengerahkan puluhan polisi dari Polres Cibinong dan Provos adalah tindakan yang berlebihan dan memancing kerusuhan," sambungnya.

Atalarik pun menyebut tindakan tersebut membuat anak-anaknya tegang. Mengingat usia anak-anak yang masih berusia 8 dan 5 tahun, hal itu ditakutkannya akan mengganggu paikologis anak yang menurut Atalarik sudah jelas-jelas menolak kehadiran ibunya.

Baca Juga:
Tsania Marwa Sempat Dihadang, Ia Dilarang Atalarik Syach Bawa Mainan

"Tanpa memedulikan pengaruh psikologis terhadap anak-anak saya yang berusia 8 tahun dan 5 tahun. Padahal anak-anak sudah berteriak puluhan kali menolak terang-terangan ikut ibunya," sambungnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, Atalarik tetap bersikukuh kedua anaknya tinggal bersamanya meskipun Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat sudah menetapkan hak asuh anak jatuh ke tangan Tsania. Tsania Marwa yang datang bersama pihak Pengadilan Agama dan kepolisian pun berusaha menjemput paksa kedua anaknya, namun gagal.

Tsania Marwa jemput anaknya. [MataMata.com/Alfian Winanto]

Hal itu lantaran kedua anaknya ketakutan akan diculik. Tsania Marwa sempat menangis saat bertemu kedua anaknya karena menanyakan kedatangannya yang disebut akan menculik mereka.

Baca Juga:
Didampingi Puluhan Polisi, Tsania Marwa Jemput Anak di Rumah Atalarik Syach

Melalui unggahan terbarunya, Atalarik seolah  menyindir mantan istrinya itu yang beberapa waktu lalu datang ke kediamannya.

Perjuangan Tsania untuk bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya dihalangi oleh pihak keluarga dan pengacara Atalarik sehingga penjemputan tersebut berujung kekecewaan dan tangisan Tsania.

Load More