Matamata.com - Hana Saraswati terpaksa harus mengekos selama enam bulan syuting sinetron Buku Harian Seorang Istri. Lokasi syuting yang sangat jauh dari rumah orang tua membuatnya memilih kos dan hodup mandiri.
"Selama syuting aku ngekos karena ke mana-mana aku nyetir sendiri jadi capek kalau kejauhan dari rumah," kata Hana Saraswati dalam jumpa pers virtual, Jumat (7/5/2021).
Tak didampingi keluarga membuatnya dituntut melakukan segala hal sendiri. Meski begitu, ia berusaha menikmati prosesnya.
"Jadi apapun aku lakukan sendiri, kayak cuci baju, cuci piring, masak, apalagi ramadhan ya sahur dan buka harus masak," kata mantan kekasih Dylan Carr itu.
Hana Saraswati mengaku sempat ragu memilih tinggal di kosan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia bisa melaluinya.
"Ya awalnya aku nggak sangka bisa lakuin semuanya. Jadi aku kerja, beberes rumah aku lakuin sendiri ternyata bisa, semua memang bisa dilakukan kalau dicoba," bebernya.
Ia pun bersyukur bisa lebih mandiri sejak tinggal sendiri di kos. Bahkan ia kini menjadi lebih bersih dan bisa masak.
"Pokoknya sekarang aku jadi lebih bersih, makin pintar masaknya," pungkas Hana Saraswati.
Berita Terkait
-
Hana Saraswati Merasa Sensitif di Film Horor 'Aku Harus Mati'
-
Acha Septriasa Merasa Sulit dan Ragu, Perankan Seorang Mualaf
-
Menegangkan! Acha Septriasa dan Vino G Bastian Adu Akting di Film 'Qodrat 2', Tayang Lebaran Idulfitri 1446 H
-
6 Potret Cantik Hana Saraswati 'Buku Harian Seorang Istri' di Anugerah LSF
-
7 Gaya Pemain Buku Harian Seorang Istri 'Ngojek' di Lokasi Syuting, Unik!
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo