Matamata.com - Akibat kondisi yang tidak memungkinkan, Krisdayanti dan Yuni Shara tidak dapat terbang ke Bali. Sehingga mereka hanya dapat mengiringi proses pemakaman melalui video call.
Seperti diberitakan sebelumnya, ayah Krisdayanti dan Yuni Shara, Trenggono meninggal dunia pada Kamis (15/7/2021) di Denpasar, Bali, pukul 15.00 WITA.
Berdasarkan unggahan Instagram Story Krisdayanti, proses pemakaman dilakukan malam hari oleh sejumlah tenaga kesehatan.
Kurang lebih ada lima personel tenaga kesehatan. Mereka melakukan proses pemakaman sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni dengan mengenakan APD lengkap.
Pihak keluarga di Bali turut mengantar almarhum ke makam.
"Kami atas nama dari keluarga bapak Trenggono mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu yang sudah berkenan dari beliau sakit sampai megantarkan ke tempat peristirahatan yang terakhir," tutur seorang ustaz yang memandu doa.
Proses pemakaman ditutup dengan anggota keluarga menabur bunga dan mendoakan sang ayah di makam.
Sepanjang video call, Krisdayanti tidak memperlihatkan dirinya. Ia khidmat mengikuti proses pemakaman hingga usai.
Sebelum meninggal, diketahui Trenggono sempat dirawat di rumah sakit. Namun baik Krisdayanti maupun Yuni Shara belum sempat menjenguk akibat kondisi saat ini.
Tag
Berita Terkait
-
Rayakan Ultah ke-50 Tahun, Kris Dayanti Dapat Kado Mewah dari Ameena
-
Kris Dayanti Tak Dikenali Cucu saat Tak Pakai Make Up: Kelihatan Lebih Muda
-
Ameena Dijemput Atta dan Aurel Naik Bajaj, Krisdayanti Komentar Kocak
-
Azriel Dihujat karena Beda Perlakuan ke KD dan Ashanty, Anang Hermansyah Pasang Badan
-
Azriel Hermansyah Klaim Ashanty Sumber Semangatnya: Ikut Nyesek padahal Aku Bukan KD
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo