Matamata.com - Mendiang Lina Jubaedah diketahui meninggalkan aset hingga miliaran rupiah. Ada banyak aset yang jadi sumber kekayaannya semasa hidup. Salah satunya adalah rumah kontrakan dengan 32 kamar yang disewakan.
Sepeninggal Lina Jubaedah pada 4 Januari 2020 lalu, kontrakan miliknya itu kini tak terurus. Padahal kontrakan tersebut dulu merupakan salah satu sumber penghasilan yang dimiliki oleh Lina Jubaedah. Tak terawatnya kontrakan itu diduga lantaran perseteruan antara Teddy Pardiyana dan Rizky Febian.
Suami dan anak pertama Lina berseteru perihal kepemilikan kontrakan yang ada di kawasan STT Telkom, Bandung. Baik Teddy maupun Rizky Febian sama-sama mengklaim hak mereka atas kontrakan almarhumah Lina Jubaedah. Alhasil kontrakan itu kini dikabarkan sepi penyewa hingga tidak terurus.
Intip sederet potret kontrakan Lina Jubaedah yang diperebutkan oleh suami dan putranya berikut.
1. Potret kontrakan Lina Jubaedah yang ada di Bandung, Jawa Barat memiliki 32 kamar di dalamnya. Kamar-kamar itu biasanya disewa oleh mahasiswa yang kuliah di kampus yang ada di dekat lokasi kontrakan.
2. Kontrakan yang menjadi tempat kos milik Lina Jubaedah bernama Pondok Aisyah. Gerbang kontrakan terbuat dari besi berwarna hitam dengan cat bangunan warna putih hijau. Kontrakan itu terbilang cukup mewah dengan bangunan yang besar dan kokoh.
3. Usai Lina meninggal pada 4 Januari 2020, Teddy Pardiyana melaporkan Rizky Febian ke pihak berwajib. Laporan itu atas tuduhan telah menguasai aset kontrakan tersebut tanpa izin dari Teddy Pardiyana yang berstatus sebagai suami Lina semasa ia hidup.
4. Dituding menguasai aset tanpa izin, Rizky Febian balik mengklaim bahwa dirinyalah yang berhak atas peninggalan sang ibu. Perseteruan Teddy dan Rizky Febian belum usai hingga disebut sebagai penyebab mangkrak dan tak terawatnya kontrakan milik Lina.
5. Kondisi kontrakan Lina yang ada di kawasan perkampungan kini sepi penyewa. Bukan saja karena konflik antara Teddy dan Rizky tetapi juga karena pandemi Covid-19. Sebagian besar penyewa adalah mahasiswa, tapi karena pandemi mereka memilih pulang dan tidak menyewa kamar.
6. Memiliki tiga lantai dengan 32 kamar yang biasa disewakan, kontrakan ini adalah sumber kekayaan mantan istri Sule, Lina Jubaedah. Namun, sekarang rumah kos yang tergolong mewah itu tak terawat dan terlantar karena ditinggalkan para penyewa.
7. Buntut dari perseteruan membuat Teddy Pardiyana menuntut haknya sebesar Rp500 juta atas haknya dari kontrakan tersebut. Menurutnya ada hak putrinya, Bintang dari aset yang kini jadi sengketa itu. Lina dan Teddy memiliki seorang putri bernama Delina Bintang Aura Putri.
Konflik antara anak-anak Sule dengan Teddy Pardiyana memang sempat memanas setelah Lina Jubaedah meninggal. Bahkan dua tahun sejak kepergian Lina, hubungan anak-anaknya belum juga membaik dengan Teddy.
Tag
Berita Terkait
-
Atasi Masalah Sampah! Warga Kalisari Kolaborasi dengan Anggota DPRD DKI Jakarta, Ryan Kurnia Ar Rahman
-
Curi Perhatian, Maung Garuda PT Pindad Temani Agenda Presiden Prabowo di KTT ASEAN Cebu
-
Prabowo Dukung Perundingan Damai Kamboja-Thailand di KTT ASEAN
-
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Pelajar Jabar di Istana: "Silakan Keliling Sebeum Rapat"
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo