Matamata.com - MUI atau Majelis Ulama Indonesia akhirnya ikut berkomentar mengenai aksi Pesulap Merah yang membongkar trik perdukunan dengan kedok agama.
Lewat kanal Youtube-nya, Pesulap Merah memperlihatkan aksinya mendatangi Wakil Sekretaris Fatwa MUI Pusat, Endang Mintarja dan Ustaz Faizar.
Menurut Abah Endang, langkah Pesulap Merah membongkar aksi penipuan berkedok agama sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah.
"Apa yang dilakukan Abang Marcel itu sesuai dan selaras dengan sabda Rasulullah SAW," kata Abah Endang.
"Kata Rasuullah, aksi-aksi penipuan, tipu-tipu, apalagi untuk mengambil keuntungan ya dari aksi penipuan itu. Itu tidak dianggap sebagai umatnya Rasulullah. Siapa yang nipu apalagi kepada kaum muslimin maka dia bukan bagian dari kami, umat Rasulullah SAW," lanjutnya,
Menurut Abah Endang, aksih yang dilakukan Pesulap Merah tersebut membantu membuka wawasan masyarakat mengenai praktik perdukunan yang mengatasnamakan agama.
Berita Terkait
-
MUI Bertemu Dubes Arab Saudi, Tegaskan Indonesia Tolak Segala Bentuk Penjajahan
-
3 Jam Bahas Geopolitik Global, Presiden Prabowo Ajak Ulama Perkuat Persatuan Nasional
-
Redam Dampak Konflik Global, Presiden Prabowo Perkuat Solidaritas Bersama Ulama
-
LPPOM MUI Ingatkan Pemerintah Terapkan Aturan Halal Setara untuk Produk Impor AS
-
Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal: Presiden Prabowo dan Tokoh Bangsa Doakan Korban Bencana
Terpopuler
-
Pariwisata Berkelanjutan KEK Mandalika, ITDC Targetkan Tanam 15.000 Mangrove di 2026
-
Viral Merokok dan Main Gim saat Rapat Stunting, Anggota DPRD Jember Disidang Etik Gerindra
-
Aturan Buang Sampah Palembang: Pelanggar Didenda Rp500 Ribu Mulai Hari Ini
-
Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026
-
Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo