Matamata.com - MUI atau Majelis Ulama Indonesia akhirnya ikut berkomentar mengenai aksi Pesulap Merah yang membongkar trik perdukunan dengan kedok agama.
Lewat kanal Youtube-nya, Pesulap Merah memperlihatkan aksinya mendatangi Wakil Sekretaris Fatwa MUI Pusat, Endang Mintarja dan Ustaz Faizar.
Menurut Abah Endang, langkah Pesulap Merah membongkar aksi penipuan berkedok agama sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah.
"Apa yang dilakukan Abang Marcel itu sesuai dan selaras dengan sabda Rasulullah SAW," kata Abah Endang.
"Kata Rasuullah, aksi-aksi penipuan, tipu-tipu, apalagi untuk mengambil keuntungan ya dari aksi penipuan itu. Itu tidak dianggap sebagai umatnya Rasulullah. Siapa yang nipu apalagi kepada kaum muslimin maka dia bukan bagian dari kami, umat Rasulullah SAW," lanjutnya,
Menurut Abah Endang, aksih yang dilakukan Pesulap Merah tersebut membantu membuka wawasan masyarakat mengenai praktik perdukunan yang mengatasnamakan agama.
Berita Terkait
-
Fajar Nugra, Siap Kocong Perut Penonton di Film Komedi Horor 'Dukun Magang'
-
MUI Tegaskan Sapi Kurban Banpres Pakai APBN Sah Secara Syariat dan Konstitusi
-
MUI Bertemu Dubes Arab Saudi, Tegaskan Indonesia Tolak Segala Bentuk Penjajahan
-
3 Jam Bahas Geopolitik Global, Presiden Prabowo Ajak Ulama Perkuat Persatuan Nasional
-
Redam Dampak Konflik Global, Presiden Prabowo Perkuat Solidaritas Bersama Ulama
Terpopuler
-
Cegah DBD! Warga Kalisari Jakarta Timur, Kompak di Pertemuan Jumantik
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo