Nur Khotimah | MataMata.com
Potret Deddy Corbuzier dan Azka. (Instagram/@azkacorbuzier)

Matamata.com - Deddy Corbuzier baru-baru ini menjadi omongan netizen karena sikapnya yang dengan entengnya mempertanyakan keperawanan pada bintang tamu podcast-nya. Gara-gara itu, dia menuai pro kontra dari netizen.

Imbasnya postingan terbaru Deddy Corbuzier bersama anaknya, Azka Corbuzier juga kena hate comment. Padahal video kebersamaan yang diunggah di akun Instagramnya tak membahas soal kontroversinya.

Baca Juga:
Daniel Mananta Bongkar Kisah Dibalik Layar Saat Konten Bersama UAS: Itu Bukan Daniel yang Profesional!

Azka pun dengan penuh percaya diri menunjukkan lengan kekarnya yang sudah didapatkannya dari hasil kerja kerasnya selama ini.

Sayangnya, ada saja komentar julid dan jahat yang menyinggung kontroversi Deddy Corbuzier soal pertanyaan masih perawan atau tidak yang ditujukan pada bintang tamu cewek yang datang ke podcast-nya.

Potret Deddy Corbuzier dan Azka. (Instagram/@azkacorbuzier)

"Oh ini yang katanya smart people tapi suka nanya nanya privasi orang. Jangan sampe netizen indo auto unfollow youtube lu," komentar netizen.

Baca Juga:
Nikita Mirzani Sebut Dito Mahendra Bertindak Zalim: Laporan Dia Mengada-ada!

"Orang Pasti ada salahnya, tapi kalo salah ya sadar jangan bela diri.kasian makin kesini cewe dijadiin cengcengan terus," timpal netizen lain.

Sampai ada juga netizen yang menyentil Deddy Corbuzier soal anaknya.

"Gantian tanya ke anaknya perjaka atau tidak," kata netizen itu.

Baca Juga:
LIVE: Suasana Mencekam Eksekusi Kediaman Wanda Hamidah

Beberapa netizen lain menyoroti sikap netizen yang mendadak menyerang Deddy Corbuzier setelah kontroversi itu.

"Semenjak podcast tentang si M, langsung banyak haternya di setiap postingan. Jadi keliatan ini hater bawaan siapa, kenapa ni orang2 ga move on masih aja ngamok," kata netizen.

Baca Juga:
10 Potret Pernikahan Glenca Chysara dan Rendi Jhon, Penampilan Amanda Manopo Curi Perhatian

"Begitu lah roda neti biasa dianggap selalu benar sekali salah langsung jadi bulan-bulanan," timpal lainnya.

Kontributor: Tinwarotul Fatonah
Load More